PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengapresiasi perkembangan Rumah Sakit (RS) Medika Djaya yang dinilainya mampu tumbuh pesat meski baru beroperasi selama empat tahun. Hal itu disampaikannya saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 RS Medika Djaya di Pontianak, Senin (27/7/2026). malam.

Menurut Norsan, perkembangan rumah sakit tersebut menunjukkan komitmen manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Di tengah banyaknya fasilitas kesehatan di Pontianak dan Kalimantan Barat, RS Medika Djaya dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat.

“Usia empat tahun ini bukanlah usia yang sudah berpengalaman. Kalau anak-anak usia empat tahun itu baru bisa berjalan. Tapi tidak dengan rumah sakit ini. Mudah-mudahan dengan usianya yang empat tahun ini, yang tadi sudah bintang empat, nanti bertambah menjadi bintang lima,” ujarnya.

Ia menilai indikator perkembangan rumah sakit terlihat dari meningkatnya jumlah pasien, kelengkapan layanan, serta bertambahnya tenaga dokter spesialis.

“Banyak rumah sakit di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, namun saya melihat perkembangan rumah sakit ini sangat pesat. Pasiennya sudah banyak, kemudian dokter spesialisnya sudah ada 20 orang. Luar biasa,” katanya.

Norsan juga menyinggung keberadaan sejumlah dokter spesialis yang telah dikenal masyarakat sebagai salah satu kekuatan RS Medika Djaya dalam memberikan layanan kesehatan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis dan fasilitas, tetapi juga sikap para tenaga kesehatan saat melayani pasien.

“Berikanlah pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. Pelayanan itu bukan hanya pengobatan, tetapi juga berikan senyum terbaik saat melayani pasien. Senyum itu 50 persen dari obat. Jangan jutek-jutek. Kalau pasien melihat kita tersenyum, mereka sudah merasa senang, sudah separuh sembuhnya,” tuturnya.

Norsan berharap peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Kalimantan Barat dapat mendorong masyarakat semakin percaya berobat di daerah sendiri tanpa harus mencari layanan kesehatan ke luar negeri.

Ia juga mengajak seluruh jajaran rumah sakit untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan.

“Teruslah memberikan pelayanan dengan profesionalisme sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Hadirkan senyum, empati, kesabaran, dan perhatian. Karena bagi seorang pasien, kesembuhan tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi sakitnya seorang diri,” kata Norsan. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *