PONTIANAK, AKCAYA – Harapan dan semangat baru mewarnai pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahap II Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, kemarin.

Kegiatan tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, yang ditandai dengan prosesi pengalungan tanda peserta sebagai simbol dimulainya pembentukan karakter, mental, dan kompetensi aparatur sipil negara.

Dalam arahannya, Harisson menegaskan bahwa para peserta merupakan putra-putri terbaik yang telah melewati proses seleksi ketat. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian kepada masyarakat dan daerah.

“Ketika kalian memilih menjadi CPNS dan berdiri di sini, itu berarti kalian siap memikul tanggung jawab menjaga nama baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menekankan, hakikat ASN adalah pelayan masyarakat. Karena itu, nilai dasar ASN BerAKHLAK harus tertanam kuat sejak awal pengabdian.

“PNS itu pelayan masyarakat. Pelayanan harus dilakukan dengan sikap yang baik dan dari hati,” tegasnya.

Harisson juga mengingatkan pentingnya profesionalisme yang tercermin dari sikap maupun penampilan sehari-hari.

“Jaga performa. Berpenampilan rapi dan layak adalah bentuk kesiapan sekaligus penghormatan kepada masyarakat yang kita layani,” katanya.

Selain itu, ia meminta para CPNS terus belajar dan mampu beradaptasi dengan dinamika birokrasi yang terus berkembang.

“Teruslah berkembang dan beradaptasi. Jadilah motor penggerak kemajuan Kalimantan Barat dengan integritas dan inovasi,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan Latsar menjadi fase penting dalam membentuk karakter ASN yang profesional dan berintegritas.

“Ini adalah titik awal membentuk ASN yang melayani dengan sepenuh hati. Nilai BerAKHLAK harus diaktualisasikan dalam tugas sehari-hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Latsar CPNS Tahap II berlangsung sejak 29 Januari hingga 9 Mei 2026 dengan total 647 jam pelajaran atau setara 74 hari kerja.

Menurutnya, durasi panjang tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan publik dalam praktik kerja sehari-hari.

“Kedisiplinan dan kerapian adalah hal mutlak bagi ASN,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap lahir ASN yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *