PONTIANAK, AKCAYA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak tak menyurutkan aktivitas pedagang di Pusat Kuliner UMKM Untan, Kamis (10/9) sore. Di tengah udara yang pekat, mereka tetap membuka lapak dan melayani pembeli demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu mendorong Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha) bersama ANTARA Kalbar, PLN Nusantara Power, serta mahasiswa HMKS dan KMKS turun langsung membagikan masker kepada pelaku UMKM, pembeli, dan pengendara di kawasan tersebut.
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas masyarakat di ruang terbuka menjadi lebih berisiko. Para pedagang menjadi salah satu kelompok yang tak bisa begitu saja meninggalkan lokasi karena harus tetap bekerja.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama kualitas udara memburuk.
Ketua Fojekha Dedi A. Khansa mengatakan kondisi kabut asap menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan dan pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama.
“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Menggunakan masker penting,” ujarnya.
Menurut Dedi, masker merupakan perlindungan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara yang dipenuhi asap.
Fojekha juga mengajak masyarakat tidak hanya melindungi diri dari dampak asap, tetapi ikut mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan.
“Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan. Udara bersih adalah hak kita bersama. Untuk itu cegah karhutla, jaga kesehatan, wujudkan Kalbar lebih sehat,” katanya.
Di Pusat Kuliner UMKM Untan, kabut asap boleh saja menutup pandangan, tetapi roda ekonomi tetap bergerak. Para pedagang terus melayani pembeli, sementara masker menjadi perlindungan sederhana di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersih.
Pada saat yang sama, pencegahan karhutla tetap menjadi pekerjaan bersama agar kabut asap tidak terus berulang dan udara bersih kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (elp)











