TOKYO, AKCAYA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal terbuka bagi perusahaan otomotif China untuk memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat, asalkan menggunakan tenaga kerja lokal.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Jumat (11/9/2025). Ia mengatakan, perusahaan China tidak akan menjadi masalah jika membangun pabrik di AS dan mempekerjakan pekerja Amerika.

“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kami. Yang terpenting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kami,” kata Trump.

Advertisement

Meski membuka peluang investasi, Trump menegaskan kebijakan untuk membatasi masuknya mobil buatan China melalui impor tetap perlu dilanjutkan.

Menurut dia, yang tidak diinginkan adalah perusahaan China memproduksi kendaraan berbiaya murah di Meksiko, kemudian mengekspornya ke pasar Amerika Serikat.

Sinyal tersebut muncul sekitar dua pekan menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington. Pada saat yang sama, sejumlah produsen otomotif dan anggota parlemen AS masih menolak pembukaan pasar Amerika bagi produsen kendaraan listrik China, termasuk BYD Co.

Sekitar tiga bulan sebelumnya, Departemen Pertahanan AS memasukkan BYD dan sejumlah perusahaan China lainnya ke dalam daftar entitas yang diyakini memiliki hubungan dengan militer China.

Dalam wawancara itu, Trump kembali menekankan hubungan baiknya dengan Xi Jinping. Ia menyebut hubungan AS-China saat ini jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya.

“Fakta bahwa kami dapat berhubungan baik merupakan hal yang baik. Kami sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan China. Dulu kami memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan China, tetapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan China,” ujar Trump. (kil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *