PONTIANAK, AKCAYA – Mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi aparatur, tetapi juga kondisi kesehatan mereka. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan BPSDM Kalbar itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja sehat di kalangan ASN sebagai fondasi untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, produktif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang kesehatan, yakni Dr. dr. Manuel Hutapea, Sp.OG., Subsp.Onk., M.H., dr. Nevita, M.Sc., Sp.A., serta dr. Fujiyanto, Sp.PD. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, mengatakan pengembangan kapasitas ASN tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis maupun kepemimpinan, tetapi juga harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan aparatur.
Menurutnya, ASN yang sehat akan memiliki produktivitas kerja lebih baik, mampu berpikir jernih dalam mengambil keputusan, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Pelayanan publik yang berkualitas dimulai dari ASN yang sehat. Karena itu, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan pribadi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Windy.
Ia menambahkan, dinamika birokrasi yang terus berkembang menuntut aparatur memiliki kondisi fisik dan mental yang prima agar mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Karena itu, BPSDM Kalbar terus mendorong lahirnya budaya hidup sehat sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi.
“Kami berharap seminar ini mampu meningkatkan kesadaran ASN untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai budaya kerja. ASN yang sehat akan lebih produktif, lebih inovatif, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, responsif, serta berkualitas kepada masyarakat,” katanya.
Dalam seminar tersebut, para narasumber juga mengingatkan pentingnya deteksi dini berbagai penyakit, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental, serta menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.
Berbagai materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi ASN untuk menjaga kualitas kesehatan sekaligus meningkatkan performa kerja di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Kalbar berharap kesadaran hidup sehat tidak berhenti sebatas kegiatan seminar, tetapi menjadi bagian dari budaya organisasi yang mendukung terwujudnya birokrasi modern, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK.
Bagi BPSDM Kalbar, ASN yang sehat merupakan aset penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kalbar.










