PONTIANAK, AKCAYA – Komitmen Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, dalam menghadirkan inovasi di bidang pemerintahan dan pelayanan publik kembali menuai pengakuan. Tiga inovasi terbaru yang digagasnya resmi memperoleh pencatatan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dengan tambahan tersebut, total karya inovasi Windy yang telah memperoleh perlindungan hukum kini mencapai 13 inovasi, memperkuat posisi BPSDM Kalbar sebagai salah satu motor penggerak budaya inovasi di lingkungan birokrasi.

Tiga inovasi yang baru memperoleh pencatatan HAKI meliputi Model Belajar ASN Kalbar melalui Knowledge Sharing dan Pembelajaran Online (MBAK KEPO BELAJAR), ASN Kalbar Peduli, dan ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari.

Capaian itu melengkapi sepuluh inovasi sebelumnya yang telah lebih dahulu memperoleh sertifikat HAKI, sekaligus menegaskan komitmen BPSDM Kalbar dalam membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) serta pelayanan publik.

Windy Prihastari mengatakan, pencatatan HAKI bukan sekadar bentuk perlindungan terhadap karya intelektual, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap inovasi lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. HAKI menjadi bentuk perlindungan atas ide dan karya tersebut, sekaligus mendorong kami agar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Windy, inovasi MBAK KEPO BELAJAR dikembangkan sebagai model pembelajaran ASN berbasis knowledge sharing dan pembelajaran daring. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus mendorong budaya berbagi pengetahuan di kalangan ASN tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sementara itu, ASN Kalbar Peduli merupakan gerakan sosial yang mengintegrasikan kepedulian aparatur melalui berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari donor darah, santunan anak yatim piatu, bantuan sosial, hingga kegiatan gotong royong lintas instansi.

Adapun ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari dihadirkan untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan aparatur. Program ini mendorong ASN membiasakan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari guna meningkatkan kebugaran, produktivitas kerja, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Windy menegaskan, inovasi di lingkungan pemerintahan tidak boleh berhenti pada sebatas gagasan, tetapi harus diimplementasikan dan mampu memberikan dampak nyata.

“Inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah gagasan. Inovasi harus diimplementasikan, dirasakan manfaatnya, dan mampu menjadi budaya kerja sehingga birokrasi semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing,” katanya.

Dengan bertambahnya tiga inovasi tersebut, sebanyak 13 karya inovasi Windy Prihastari kini telah memperoleh perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Capaian ini menjadi bukti konsistensi BPSDM Kalbar dalam mendorong lahirnya berbagai terobosan di bidang pengembangan kompetensi ASN, pelayanan publik, penguatan kepedulian sosial, hingga reformasi birokrasi.

Windy berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam membangun birokrasi yang semakin inovatif, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *