PONTIANAK, AKCAYA – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dituntut menjadi pelayan masyarakat yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di tengah keterbatasan sumber daya serta perubahan birokrasi.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XIII Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, jabatan pengawas memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, peserta pelatihan harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, kemampuan analisis, koordinasi, serta inovasi dalam bekerja.
“ASN tidak cukup hanya memahami aturan. Kita juga harus mampu membaca persoalan di lapangan, mencari solusi, dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan pasti kepada masyarakat,” ujarnya usai membuka pelatihan.
Edi menuturkan, ekspektasi masyarakat terhadap ASN semakin tinggi, terlebih di era digital ketika setiap pelayanan publik mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, ASN harus tetap bekerja secara profesional dalam koridor peraturan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas ASN tidak berhenti pada uraian jabatan. Seorang aparatur, khususnya di tingkat kecamatan dan kelurahan, harus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di wilayahnya, mulai dari kebersihan lingkungan, infrastruktur, pelayanan administrasi, hingga kondisi sosial masyarakat.
“Kalau ada jalan berlubang, lampu penerangan mati, lingkungan kumuh, atau ada warga yang belum mendapatkan pelayanan, itu harus menjadi perhatian. Meskipun bukan tugas utama, tetapi itu bagian dari fungsi sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan jumlah pegawai, Edi meminta ASN terus meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran, penguasaan regulasi, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
Ia juga mengajak peserta pelatihan memanfaatkan masa pendidikan sebagai sarana memperkuat kompetensi, membangun komunikasi, dan melakukan introspeksi diri sebagai aparatur negara.
“Terus tingkatkan kompetensi, kreativitas, dan komunikasi. Bekerjalah dengan sabar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Kemampuan seseorang akan terlihat dari bagaimana ia mampu menyelesaikan persoalan. Dari situlah lahir pemimpin-pemimpin yang berkualitas,” tutupnya.










