JAKARTA, AKCAYA – Gubernur Kalbar, Ria Norsan menghadiri pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat (IKKB) periode 2026–2030 di Jakarta, Minggu (3/5/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi warga perantauan Kalbar di ibu kota.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pembina IKKB Oesman Sapta Odang (OSO) dengan penyerahan pataka kepada Ketua Umum terpilih Dean Aslanasa.

Dalam sambutannya, Norsan “menitipkan” warga Kalbar di Jakarta agar mendapat pembinaan dan perlindungan, sekaligus menegaskan komitmen timbal balik bagi warga Jakarta di Kalbar.

“Saya berharap hubungan bilateral antara kedua provinsi dapat terjalin semakin harmonis dan produktif melalui IKKB,” kata Norsan.

Ia juga menyoroti capaian Kalbar, seperti pertumbuhan ekonomi 5,39% dan peningkatan IPM menjadi 72,09. Selain itu, ia membuka peluang kerja sama ekonomi.

“Kami memiliki pasokan CPO yang melimpah dan tambang bauksit yang menghasilkan alumina. Kami siap mendukung kebutuhan DKI Jakarta,” ujarnya.

Ketua Pembina IKKB, Oesman Sapta Odang (OSO) pada acara tersebut menyampaikan tentang tantangan ekonomi global yang sedang bergejolak. Ia mengingatkan bahwa kemakmuran nasional hanya dapat tercapai jika daerah-daerah di Indonesia terlebih dahulu sejahtera.

​”Negara akan makmur bila daerah itu dulu makmur. Kita berkewajiban untuk memakmurkan daerah kita yang pertama,” tegas OSO di hadapan ratusan warga Kalbar yang berdomisili di Jakarta.

​OSO juga memberikan apresiasi kepada Dean Arslan, Ketua Umum IKKB yang baru dilantik.

​”Saya menjamin dia akan melaksanakan tugas-tugas Ikatan Keluarga Besar Kalbar di Jakarta yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 800.000 jiwa di kota ini,” yakinnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut hadir memuji kerukunan warga Kalbar di Jakarta.

“Keberagaman warga Kalimantan Barat telah memberikan contoh nyata,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kesiapan Pemprov DKI mendukung pengembangan IKKB, termasuk rencana penyediaan fasilitas organisasi.

Ketua IKKB Dean Aslanasa menegaskan komitmennya memperkuat kontribusi bagi diaspora Kalbar melalui program kolaborasi, pengembangan pariwisata, hingga pengawasan lingkungan.

Dean juga mengungkapkan, ​IKKB merupakan organisasi yang memiliki akar sejarah panjang, berdiri sejak tahun 1955, tepat sepuluh tahun setelah Indonesia merdeka. Transformasi signifikan dilakukan pada tahun 2012 melalui penyusunan akta pendirian serta AD/ART untuk memperkuat legalitas organisasi.

“​Salah satu tonggak sejarah yang diingat adalah penyelenggaraan acara Halal bi Halal pertama pada tahun 1976 yang disponsori oleh Oesman Sapta Odang (OSO), yang saat itu baru berusia 26 tahun,” kata dia

Sosok OSO, kata Dean dinilai identik dengan perjalanan dan perkembangan IKKB hingga saat ini. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *