PONTIANAK, AKCAYA – DPW PKB Kalbar menggelar uji kelayakan dan kepatutan (UKK) bagi calon Ketua DPC se-Kalbar, Senin (4/5/2025), sebagai lanjutan musyawarah cabang di 14 kabupaten/kota.
Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik, mengatakan UKK dilakukan langsung oleh DPP PKB untuk menyaring pemimpin daerah yang siap menghadapi kontestasi politik.
“Ini adalah kelanjutan dari muscab yang sudah kami lakukan, hari ini mereka mengikuti UKK yang dilakukan langsung oleh DPP PKB,” ujarnya.
Sebanyak 79 peserta dari 12 daerah mengikuti seleksi, sementara Kapuas Hulu dan Sekadau tidak mengirimkan kandidat. Materi ujian mencakup pemahaman kepartaian, penguasaan wilayah, hingga strategi pemenangan.
“Ini penting kami lakukan agar PKB bisa menang dan mampu menjalankan manajemen kepartaian dengan baik,” tegas Mulyadi.
Anggota tim penguji DPP PKB, H. Rivqy Abdul Halim, menambahkan penilaian berfokus pada komitmen, kesiapan, dan program kerja kandidat.
“Materi UKK kali ini kami mempertanyakan komitmen calon ketua DPC, kinerja yang akan dibangun, serta program yang akan dijalankan,” ujarnya.
Ia menegaskan hasil penilaian bersifat rahasia dan menjadi kewenangan DPP.
“Semua hasil ini bersifat rahasia, bahkan DPW PKB Kalbar tidak tahu, hasilnya akan kami bawa ke DPP untuk diputuskan,” katanya.
Proses seleksi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta, termasuk sejumlah tokoh politik Kalbar yang turut ambil bagian seperti mantan Bupati Sambas Juliarti, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Mantan Sekda sekaligus Wakil Bupati Ketapang Farhan dan mantan Wakil Wali Kota Singkawang Abdul Mutholib. (elp)










