PONTIANAK, AKCAYA – Temu Karya Karang Taruna Kalimantan Barat resmi menetapkan Muhammad Farizi sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar periode 2026–2031.
Forum yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (12/7/2026) juga menjadi momentum konsolidasi organisasi, sekaligus penegasan pentingnya peran pemuda dalam menjawab berbagai persoalan sosial di daerah.
Saat membuka kegiatan, Gubernur Kalbar, Ria Norsan menekankan bahwa Karang Taruna harus menjadi organisasi yang mandiri dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh bergantung pada pihak lain dalam menjalankan program-program sosial.
“Karang Taruna harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Sebagai organisasi sosial, tugas utamanya adalah hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bukan berorientasi pada keuntungan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan generasi muda beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Penguasaan teknologi informasi, kata dia, menjadi bekal penting agar pemuda mampu meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.
“Generasi muda Karang Taruna harus menguasai teknologi dan tidak tertinggal informasi. Tunjukkan kualitas melalui karya dan pengabdian nyata, bukan hanya pandai berbicara atau mengandalkan nama besar orang lain,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ria Norsan mengucapkan selamat kepada Muhammad Farizi yang terpilih memimpin Karang Taruna Kalbar.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi menjadi lebih solid, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Caretaker Karang Taruna Kalbar, Sudirman, mengatakan Temu Karya menjadi akhir dari proses pembentukan kepengurusan definitif setelah pihaknya menerima mandat dari Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) sejak tahun lalu.
Menurutnya, seluruh tahapan, mulai dari penjaringan hingga verifikasi calon ketua, telah berlangsung sesuai mekanisme organisasi. Muhammad Farizi kemudian ditetapkan sebagai calon tunggal dan dipercaya memimpin Karang Taruna Kalbar.
“Ini menjadi titik awal bangkitnya kembali Karang Taruna Kalimantan Barat agar semakin aktif menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Temu Karya diikuti perwakilan dari 12 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Sementara Kabupaten Kapuas Hulu dan Melawi belum berpartisipasi dalam forum tersebut.
Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, forum ini juga membahas penguatan peran Karang Taruna dalam merespons berbagai isu sosial dan lingkungan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kalbar.
Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Bahtiar Baseyang, mendorong Karang Taruna bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung, mulai dari pengembangan kewirausahaan, peningkatan keterampilan pemuda hingga penguatan potensi ekonomi lokal.
Ia berharap kepengurusan baru hasil Temu Karya mampu menghidupkan kembali peran Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dan produktif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalbar. (elp)










