LANDAK, AKCAYA – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan akan melaporkan ke polisi dan meminta penindakan siapa pun yang merusak fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar.

“Memang saya sel (penjara), kalau ada yang ganggu ini barang. Saya lapor polisi. Saya suruh angkut. Masuk sel (penjara) kalau berani motong pipa itu. Memangnya pakai duit siapa? Pakai duit pemerintah, pakai uang rakyat,” tegas Karolin saat meresmikan SPAM, Rabu (10/6/2026).

Karolin juga mengingatkan warga agar menjaga kawasan sumber mata air dan melarang pembukaan ladang maupun penanaman kelapa sawit di hulu intake.

“Tolong jangan dulu ditanam sawit lah. Jangan berladang di atasnya. Kalau ditanam sawit dan berladang, saya jamin seminggu kering,” ujarnya.

SPAM yang dibangun dengan anggaran DAK lebih dari Rp3,6 miliar ini melayani 250 sambungan rumah melalui jaringan pipa sepanjang 5.922 meter dan reservoir berkapasitas 150 meter kubik.

Kepala Dinas PUPRPERA Landak, Jamelius, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Pembangunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah memenuhi hak dasar masyarakat atas akses air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan,” kata Jamelius.

Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur SPAM agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *