PONTIANAK, AKCAYA – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Pengurus Provinsi Kalimantan Barat memperkuat pembinaan olahraga petanque melalui Pelatihan Pelatih Petanque Berlisensi Daerah dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Petanque Kalbar.
Kedua agenda tersebut digelar di Gedung Rektorat Universitas PGRI Pontianak, Kamis (9/9/2026), dan berlangsung selama empat hari hingga 12 September 2026.
Pelatihan pelatih diikuti 26 peserta. Sementara Kejurprov Petanque Kalbar diikuti 49 peserta yang merupakan perwakilan Pengcab FOPI dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
Ketua Umum FOPI Kalbar, Suherdiyanto mengatakan, pelatihan pelatih tingkat daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pembinaan petanque.
Menurutnya, kualitas pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk prestasi atlet. Karena itu, seorang pelatih tidak cukup hanya menguasai teknik permainan, tetapi juga harus memahami peraturan, kondisi fisik, penyusunan program latihan hingga evaluasi.
“Pertama, peningkatan kualitas pelatih. Pelatih adalah kunci pembentukan prestasi atlet. Karena itu, pelatih harus memiliki pemahaman tentang teknik, peraturan, fisik, program latihan, serta mampu melakukan evaluasi secara terukur,” ungkapnya.
Suherdiyanto menegaskan, FOPI Kalbar akan terus mendorong peningkatan kualitas pelatih secara bertahap, mulai dari jenjang daerah hingga tingkat yang lebih tinggi.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti materi pelatihan dengan serius, termasuk berbagai praktik yang diberikan selama kegiatan.
“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh. Dalam kegiatan ini kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik teknik dasar dan model latihan pétanque,” ujarnya.
Selain pelatihan pelatih, FOPI Kalbar juga menggelar Kejurprov Petanque sebagai wadah bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
Kompetisi tersebut sekaligus menjadi salah satu tolok ukur kesiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalbar yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
“Kejurprov ini harus menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet, evaluasi pembinaan, sekaligus seleksi menuju prestasi yang lebih tinggi,” kata Suherdiyanto.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Berlatihlah dengan disiplin, bertandinglah dengan sportivitas, dan berjuanglah dengan penuh integritas,” pesannya.
Dukungan terhadap agenda tersebut disampaikan Wakil Ketua I KONI Kalbar, Syawal Bondoreso. Menurutnya, pelaksanaan pelatihan pelatih bersertifikat merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme dalam pembinaan olahraga.
“Ya, kita mendukung. Jadi, tahapan-tahapan yang dilakukan petanque ini sudah benar, karena ada edaran Kemenpora pelatih itu harus memang bersertifikat. Nah, kalau mewakili tingkat nasional harus bersertifikat nasional. Jadi, dimulai dari tingkat daerah ini saya kira sudah benar,” ungkap Syawal.
Ia juga menilai kompetisi perlu diperbanyak karena pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pematangan seorang atlet.
“Kompetisi harus diseringkan, karena matangnya atlet itu adalah ikut wajib berkompetisi,” tuturnya.
Syawal berharap FOPI Kalbar dapat terus membangun kolaborasi dengan KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga di daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan meningkatkan peluang lahirnya atlet berprestasi.
“Saya berharap karena sistemnya sekarang kita ini harus kolaborasi dan sinergi dengan KONI Kabupaten/Kota dan Pengprov masing-masing, kita duduk bersama, saya kira untuk meningkatkan prestasi bagi atlet itu bisa lebih menjanjikan,” tutupnya.
Melalui pelatihan pelatih dan Kejurprov tersebut, FOPI Kalbar menargetkan peningkatan kualitas sumber daya pelatih sekaligus memperoleh gambaran kekuatan atlet di daerah.
Hasil dari kedua kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari evaluasi pembinaan sekaligus persiapan Kalimantan Barat menghadapi PORPROV 2026.











