PONTIANAK, AKCAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi di wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan kondusif. Penyaluran BBM subsidi di SPBU maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) disebut tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah dan regulasi yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menegaskan Pertamina tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan jalur transportasi air.
“Stok Biosolar subsidi tersedia dan penyaluran berjalan normal. Namun demikian, terdapat kapal-kapal dengan kapasitas di atas 30 GT dan kapal motor tanam yang secara regulasi belum dapat dilayani melalui mekanisme Biosolar subsidi yang berlaku saat ini. Pertamina tidak dapat menyalurkan BBM subsidi di luar ketentuan yang ditetapkan oleh BPH Migas,” ujarnya.
Menurut Edi, penyaluran Biosolar subsidi bagi sebagian kapal transportasi penumpang di lintasan Teluk Batang–Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, masih mengacu pada ketentuan penerima BBM subsidi sebagaimana diatur pemerintah dan BPH Migas.
Meski demikian, Pertamina disebut terus bergerak aktif mencari solusi atas kondisi tersebut. Pada Minggu (17/5), Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Kalimantan Barat menggelar pertemuan guna membahas langkah penyelesaian sesuai koridor regulasi yang berlaku.
“Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengajukan surat permohonan dispensasi kepada BPH Migas guna mengizinkan penyaluran Biosolar subsidi kepada kapal-kapal dimaksud melalui SPBB yang ditunjuk,” jelas Edi.
Ia menambahkan, solusi tersebut bersifat sementara sambil menunggu terbitnya Surat Keputusan Kuota BPH Migas Triwulan III yang direncanakan keluar pada Juni 2026 mendatang.
Pertamina, lanjutnya, juga terus melakukan koordinasi intensif dengan BPH Migas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Dinas Perhubungan, serta berbagai pihak terkait agar proses administrasi berjalan lancar dan distribusi BBM kepada masyarakat tetap terjaga.
“Kami memahami bahwa transportasi air merupakan urat nadi konektivitas dan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan Barat. Pertamina berkomitmen untuk terus hadir memastikan ketersediaan energi sekaligus menjaga agar penyaluran subsidi tepat sasaran,” katanya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi maupun menemukan kendala terkait layanan BBM untuk menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui media sosial resmi Pertamina.










