PONTIANAK, AKCAYA – Fakultas MIPA dan Teknologi (FMIPATEK) Universitas PGRI Pontianak sukses menyelenggarakan International Joint Conference on Mathematics, Science, Technology, and Education (IJC-MaSTEd) 2026 pada Kamis (23/4/2026).
Konferensi internasional bergengsi ini mengusung tema “Innovative and Inclusive Collaborative Approaches to Address Global Challenges in Mathematics, Science, Technology, and Education” dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, mahasiswa, hingga instansi pemerintah, baik secara luring maupun daring.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 peserta merupakan pemakalah yang berasal dari 21 instansi, baik dari dalam maupun luar negeri. Tingginya partisipasi ini mencerminkan besarnya minat terhadap penguatan kolaborasi ilmiah lintas disiplin dan lintas negara.
Dekan FMIPATEK Universitas PGRI Pontianak, Yudi Darma, menegaskan bahwa konferensi ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan tinggi yang lebih kolaboratif dan berorientasi global.
“Kegiatan ini merupakan ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, IJC-MaSTEd 2026 merupakan konferensi internasional pertama yang diselenggarakan FMIPATEK, sehingga menjadi momentum penting dalam membangun reputasi akademik di tingkat global.
“Ini bukan sekadar konferensi, tetapi juga tonggak sejarah bagi FMIPATEK dalam memperkuat eksistensi di kancah internasional,” tambahnya.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas PGRI Pontianak, Aunurrahman, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global melalui pendidikan, sains, dan teknologi.
Momentum penting lainnya dalam kegiatan ini adalah penandatanganan kerja sama antar institusi, melibatkan sejumlah mitra strategis seperti IPG Sarawak Malaysia, Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan ISBI Singkawang. Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada sesi utama, konferensi menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Dr. Kamalawati Binti Dolhan (Malaysia), Daisy Mae R. Bongtiwon (Filipina), serta Prof. Pedro Sáenz-López (Spanyol), yang membahas berbagai isu strategis mulai dari inovasi pembelajaran hingga pemanfaatan teknologi pendidikan.
Memasuki sesi paralel, konferensi menghadirkan 10 ruang presentasi yang terdiri dari enam sesi luring dan empat daring. Beragam topik dibahas, mulai dari kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality, STEM, hingga literasi numerasi dan riset lingkungan.
Melalui forum ini, FMIPATEK berharap dapat melahirkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan serta inovasi yang mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan global di bidang pendidikan dan teknologi.
Penyelenggaraan IJC-MaSTEd 2026 sekaligus menegaskan komitmen Universitas PGRI Pontianak sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional yang progresif.









