JAKARTA, AKCAYA – Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp153,2 triliun hingga 30 September 2026. Program tersebut tercatat menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut Suahasil, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lebih optimal.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperketat standar kebersihan dan sanitasi melalui kewajiban kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN telah menutup 1.276 SPPG yang belum memiliki sertifikat tersebut.
“Sekarang lebih tertib, pakai sertifikat, ada SPPG yang tidak benar ditutup,” kata Suahasil.
Selain pembenahan standar layanan, BGN juga memperluas jangkauan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebanyak 480 SPPG disiapkan untuk wilayah tersebut, terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG di daerah terpencil.
Seluruh unit tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.
BGN juga menata penentuan penerima manfaat agar penyaluran program lebih tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG sekaligus memastikan anggaran digunakan sesuai kebutuhan.
Suahasil menegaskan, pemerintah akan menyesuaikan dukungan anggaran dengan kebutuhan program setelah berbagai upaya perbaikan dilakukan.
“Anggarannya menyesuaikan, berapa nanti diperlukan, kita akan sediakan,” ujarnya.
Pemerintah berharap pembenahan tata kelola, peningkatan standar kebersihan, dan perluasan layanan dapat memperkuat pelaksanaan MBG serta memastikan manfaatnya menjangkau kelompok sasaran secara optimal. (elp)











