KUBU RAYA, AKCAYA – Polres Kubu Raya mengingatkan personelnya untuk mewaspadai obesitas yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Pengendalian berat badan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi salah satu upaya menjaga kebugaran di tengah tuntutan tugas kepolisian.

Edukasi tersebut disampaikan dalam penyuluhan kesehatan di Aula Mapolres Kubu Raya, Rabu (7/10/2026). Sebanyak 60 personel mengikuti kegiatan yang menghadirkan dr. Anisa Nabila Hanifah sebagai narasumber.

Advertisement

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, kesehatan personel menjadi bagian penting dalam menunjang kesiapan menjalankan tugas, terutama ketika menghadapi aktivitas fisik tinggi dan jadwal kerja yang padat.

“Menjaga kesehatan harus menjadi perhatian setiap personel. Pola makan, aktivitas fisik, dan waktu istirahat perlu dijaga agar kebugaran tetap terpelihara,” kata Ade.

Dalam pemaparan materi, dr. Anisa menjelaskan bahwa obesitas bukan hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskular, masalah pernapasan, dan gangguan pada sistem gerak.

Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar pinggang diperkenalkan sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi tubuh dan risiko kesehatan. Namun, penilaian tersebut perlu mempertimbangkan faktor kesehatan lainnya.

Sejumlah kebiasaan dapat meningkatkan risiko obesitas, antara lain konsumsi kalori berlebihan, minuman berpemanis, kurang aktivitas fisik, gangguan tidur, dan stres.

Personel pun didorong menerapkan pola makan seimbang, mengatur porsi makanan, memperbanyak konsumsi serat dan protein, serta membatasi gorengan, makanan cepat saji, dan minuman tinggi gula.

Aktivitas fisik secara teratur dan tidur yang cukup juga penting dalam menjaga berat badan. Bagi personel dengan jadwal piket tidak menentu, pengaturan waktu makan dan istirahat menjadi perhatian tersendiri.

Selain obesitas, penyuluhan tersebut membahas risiko kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Personel yang bertugas di wilayah terdampak diimbau memperhatikan kualitas udara, mengurangi paparan asap, dan menggunakan respirator N95 atau FFP2 yang terpasang dengan baik sesuai kondisi paparan.

Ade berharap edukasi tersebut mendorong personel lebih konsisten menerapkan pola hidup sehat, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kondisi tubuh yang sehat dan kebugaran yang terjaga, personel dapat lebih siap menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *