PONTIANAK, AKCAYA – Sekda Kalbar, Harisson membenarkan adanya satu kasus terkonfirmasi virus Hanta di Kalbar. Kasus ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi dan tercatat dalam data nasional Kementerian Kesehatan RI.
“Iya, ditemukan satu kasus virus Hanta di Kalbar,” ujar Harisson, Selasa (12/5/2026).
Pasien sempat dirawat di rumah sakit pada 2 Maret 2026 sebelum meninggal dunia sehari kemudian. Menurut Harisson, saat tiba di rumah sakit kondisi pasien sudah memburuk.
“Pasien datang ke rumah sakit dalam keadaan umum yang jelek, sudah terjadi ikterik dan anuri serta demam tinggi,” katanya.
Harisson menjelaskan, penanganan virus Hanta mengacu pada SOP Kementerian Kesehatan dengan fokus pada deteksi dini, isolasi pasien, terapi suportif, dan pengendalian lingkungan.
“Penerapan kebersihan tangan yang ketat serta disinfeksi ruangan dan alat medis juga menjadi bagian penting dalam penanganan,” katanya.
Pemerintah juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sesak napas, atau gangguan ginjal setelah terpapar lingkungan tercemar.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak dengan tikus dan area yang berpotensi tercemar.
“Menutup makanan atau minuman agar tidak terkontaminasi oleh liur tikus, air kencing, atau kotoran tikus sangat penting dilakukan,” ujarnya. (elp)









