PONTIANAK, AKCAYA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat berjalan lancar melalui program Rembuk Tani di Pontianak, Jumat (5/6/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah telah menyederhanakan tata kelola pupuk bersubsidi melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang disempurnakan dengan Perpres 113 Tahun 2025, sehingga pupuk kini dapat diterima petani sebelum musim tanam.
“Pupuk harus sudah ada sebelum waktu tanam. Karena itu kita ubah semua aturan, Presiden Prabowo dukung penuh. Aturan yang banyak dipangkas, sekarang mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia langsung ke petani terdaftar,” kata Zulhas.
Ia menegaskan, tujuan utama kebijakan tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui ketersediaan pupuk tepat waktu.
“Yang ingin kita perbaiki adalah agar petani bisa kembali sejahtera. Salah satu kuncinya adalah memastikan pupuk tersedia tepat waktu,” ujarnya.
Pemerintah juga mempertahankan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025.
“Harga masih diskon 20%, tidak ada di dunia yang memberikan diskon. Ketika harga pupuk dunia naik kita justru diskon, ini perhatian Bapak Presiden sehingga kita bisa swasembada,” tandas Zulhas.
Secara nasional, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 4 juta ton dari total alokasi 9,8 juta ton.
Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero), Wono Budi Tjahyono, mengatakan kemudahan tata kelola telah mendorong penyerapan pupuk lebih optimal. Untuk Kalimantan Barat, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mencapai 183.745 ton, sementara realisasi penyaluran hingga 4 Juni telah mencapai 81.657 ton atau sekitar 44 persen dari alokasi.
“Serapan ini cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah melalui perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Wono.
Untuk mendukung kebutuhan petani, stok pupuk bersubsidi nasional per 4 Juni 2026 tercatat 825.147 ton, sedangkan stok di Kalimantan Barat mencapai 9.701 ton, seluruhnya berada di atas ketentuan minimum pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan pupuk kepada petani di Pontianak sebagai dukungan peningkatan produktivitas pertanian dan swasembada pangan nasional. (elp)










