PONTIANAK, AKCAYA — Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar), Eddo Susanto, dan sebuah sepeda motor di Jalan Sultan Abdurrahman, Kamis (20/8/2026), mendapat perhatian publik.

Pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman terkait kasus tabrakan yang menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.

Seperti diketahui, beredar di media sosial temuan K-Pods di dalam mobil Toyota Vellfire KB 1450 OT yang dikendarai Eddo. K-Pods tersebut disebut diduga ditemukan saat warga membantu proses evakuasi setelah mobil menabrak sepeda motor Honda KB 5318 XC yang dikendarai Budi Hartono.

Advertisement

K-Pods sendiri dikenal sebagai vape yang cairannya diduga mengandung narkotika. Penggunaannya disebut dapat menimbulkan efek seperti “zombie”, halusinasi kuat, hingga kehilangan kesadaran.

Terkait hal tersebut, Kasi Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum dapat memberikan informasi mengenai dugaan Eddo mengonsumsi K-Pods yang mengandung narkotika saat berkendara hingga berujung pada kecelakaan. Termasuk, apakah kepolisian telah melakukan tes urine terhadap Eddo.

“Mohon maaf, nanti akan kami rilis beritanya,” kata Wagitri saat dikonfirmasi Akcaya, Sabtu (22/8/2026).

Wagitri juga menegaskan informasi terkait perkembangan penanganan kasus ini akan disampaikan melalui rilis dan bahan keterangan (baket) yang disiapkan pihak kepolisian.

“Nanti kami infokan rilis dan baketnya,” kata Wagitri menegaskan.

Mengutip pemberitaan Suara Pemred Kalbar, K-Pods saat ini disebut telah marak beredar di Pontianak. Penggunanya pun disebut semakin bertambah.

Harga liquid atau cairan K-Pods yang disebut mengandung narkotika di Pontianak mencapai Rp2,5 juta. Dengan harga tersebut, pengguna K-Pods diduga berasal dari kalangan menengah ke atas.

Penggunaan K-Pods juga disebut dapat dilakukan di berbagai tempat. Penggunanya dapat berkamuflase layaknya orang yang menggunakan vape pada umumnya. Kondisi tersebut membuat penggunaan narkotika jenis ini berpotensi dilakukan secara terbuka, termasuk di tempat umum. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *