SINGKAWANG, AKCAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO Pontianak melalui Kabinet Leimena Muda menggelar Ekspedisi Leimena di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Mengusung tema “Belajar, Mengabdi, dan Menutup dengan Bermakna”, kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas pengurus melalui perpaduan studi banding, pengabdian kepada masyarakat (PKM), dan Leimena Camp.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Juli 2026 itu dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar bagi pengurus organisasi, tetapi juga untuk memperluas jejaring antarlembaga kemahasiswaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter kepemimpinan melalui pengalaman langsung di lapangan.

Presiden Mahasiswa Universitas OSO Pontianak, Irvan Surya, mengatakan Ekspedisi Leimena merupakan inovasi Kabinet Leimena Muda dalam menggabungkan proses pembelajaran organisasi dengan aksi nyata di tengah masyarakat.

Perjalanan dimulai pada Jumat (18/7) dengan mendirikan tenda di kawasan Pantai Gratis, Singkawang. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kekompakan dan komunikasi antarpengurus sebelum memasuki agenda utama pada hari berikutnya.

Pada Sabtu (19/7), peserta mengikuti studi banding bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Sains Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang. Dalam diskusi tersebut, kedua organisasi bertukar pengalaman mengenai tata kelola organisasi, kaderisasi, pengembangan program kerja, hingga tantangan gerakan mahasiswa di tengah dinamika sosial.

Irvan menilai studi banding menjadi bagian penting dalam proses pengembangan organisasi mahasiswa.

“Kami percaya organisasi yang baik adalah organisasi yang tidak pernah berhenti belajar. Studi banding ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi ruang untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi. Dari pertemuan seperti ini lahir semangat kolaborasi yang akan memperkuat gerakan mahasiswa di Kalimantan Barat agar semakin adaptif, progresif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai studi banding, peserta melanjutkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kawasan Pantai Gratis bersama BEM ISBI Singkawang. Aksi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih pantai serta edukasi kepada anak-anak pesisir mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Irvan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan kemampuan yang dimiliki.

“Pengabdian bukan sekadar agenda dalam program kerja, tetapi bagian dari jati diri mahasiswa. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan organisasi memiliki dampak, sekecil apa pun, bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Pada malam harinya, seluruh peserta mengikuti Leimena Camp, yang menjadi ruang refleksi organisasi melalui sesi evaluasi, diskusi kepemimpinan, refleksi perjalanan organisasi, hingga kegiatan api unggun di tepi Pantai Gratis.

Suasana kebersamaan tersebut dimanfaatkan para pengurus untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta pelajaran selama menjalankan amanah organisasi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Menutup rangkaian kegiatan, Irvan menegaskan bahwa Ekspedisi Leimena menjadi representasi komitmen BEM Universitas OSO Pontianak dalam membangun organisasi yang aktif, kolaboratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ekspedisi Leimena bukan sekadar perjalanan ataupun kegiatan organisasi. Program ini kami rancang sebagai ruang belajar yang menggabungkan kolaborasi, pengabdian, dan refleksi dalam satu rangkaian kegiatan. Kami ingin setiap pengurus tidak hanya berkembang dalam kemampuan berorganisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, mampu bekerja sama, serta siap menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi kami, organisasi bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi tentang membentuk karakter, memperkuat nilai kebersamaan, dan menyiapkan generasi muda yang siap mengabdi di mana pun berada,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, BEM Universitas OSO Pontianak berharap budaya belajar, kolaborasi, dan pengabdian terus tumbuh di lingkungan organisasi mahasiswa serta menjadi inspirasi bagi lahirnya program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *