PONTIANAK, AKCAYA – Sebanyak 27 wisatawan senior asal Singapura mengunjungi Kalimantan Barat pada 3–7 Oktober 2026. Di tengah tantangan kabut asap, rombongan tetap menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Pontianak dan Singkawang dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Rombongan tersebut berasal dari Silver Horizon Travel Cooperative, koperasi perjalanan di Singapura yang secara khusus melayani wisatawan lanjut usia. Peserta tertua dalam perjalanan itu berusia 98 tahun.

Selama lima hari, para wisatawan menikmati wisata budaya dan kuliner di Singkawang serta mengunjungi Tugu Khatulistiwa di Pontianak. Seluruh agenda disesuaikan dengan kondisi kualitas udara untuk meminimalkan risiko kesehatan.

Advertisement

Managing Director ISE Trave Singapore, Jimmy Ooi, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam perjalanan yang melibatkan wisatawan senior.

“Keselamatan selalu menjadi perhatian utama kami bagi para pelanggan, terutama wisatawan senior,” kata Jimmy, Kamis (15/10/2026)

Ia menjelaskan, rombongan telah lama ingin mengunjungi Pontianak dan Singkawang. Untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, pihaknya berkoordinasi dengan Julia Goh yang menangani operasional dan logistik melalui PT Berjaya Tour & Travel.

Penyelenggara secara berkala memantau indeks kualitas udara dan menyesuaikan agenda kegiatan luar ruang apabila kondisi lingkungan memerlukan perhatian khusus.

Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran pariwisata Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Bader Sasmara dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sarana, dan Prasarana Mery Corunia Lamintang bertemu dengan Jimmy Ooi dan Julia Goh untuk membahas pelaksanaan perjalanan di tengah penurunan kualitas udara. John Tan, anggota komite sekaligus ketua rombongan, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Bader dan Mery mengapresiasi koordinasi antara penyelenggara perjalanan dan pemerintah daerah selama kunjungan berlangsung. Pertukaran informasi mengenai kondisi kualitas udara dinilai penting agar penyesuaian kegiatan dapat dilakukan secara tepat demi menjaga keselamatan wisatawan.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat juga mengapresiasi kunjungan tersebut. Kehadiran wisatawan mancanegara diharapkan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, terutama melalui sektor transportasi, kuliner, jasa perjalanan, dan destinasi wisata.

Meski menghadapi tantangan kabut asap, seluruh rangkaian perjalanan dilaporkan berlangsung lancar tanpa insiden medis. Rombongan kembali ke Singapura sesuai jadwal menggunakan penerbangan Scoot.

Pemprov Kalbar berharap kunjungan ini dapat membantu memperkenalkan potensi wisata daerah kepada pasar internasional. Keragaman budaya, kuliner, dan destinasi unggulan dinilai menjadi daya tarik yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *