PONTIANAK, AKCAYA – Kalimantan Barat memasuki periode dengan kondisi vegetasi yang mudah terbakar pada 21–27 September 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan vegetasi yang mengering meningkatkan risiko karhutla. Ia menjelaskan, warna merah pada peta potensi kemudahan terbakar BMKG bukan menunjukkan adanya api.
“Warna merah ini bukan melambangkan, bukan simbol api, tetapi ini adalah simbol bahwa vegetasi di wilayah tersebut sudah mengering sehingga berpotensi terjadi karhutla,” kata Daniel, Selasa (22/9/2026)
Pada hari yang sama, terdeteksi 362 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 294 titik berada di Ketapang, 39 di Kayong Utara, 17 di Melawi, sembilan di Sekadau dan tiga di Sintang.
Daniel menegaskan titik panas tersebut belum bisa langsung disebut sebagai titik api karena masih harus diverifikasi di lapangan.
“362 ini belum tentu api, ini hanya titik panas. Untuk membuktikan itu api maka perlu dilakukan verifikasi melalui satgas darat dan satgas udara,” ujarnya.
Pemadaman dan pendinginan masih dilakukan di Ketapang dan Kayong Utara, sementara sejumlah titik kecil di Kubu Raya juga ditangani. Operasi udara terkendala jarak pandang yang rendah, terutama di Kapuas Hulu, Ketapang dan Kubu Raya yang tercatat kurang dari satu kilometer pada 21 September.
Daniel juga mengingatkan asap yang menyelimuti suatu wilayah tidak selalu berasal dari kebakaran di lokasi tersebut karena dapat terbawa angin dari wilayah lain.
Untuk mendukung penanganan, Pemprov Kalbar menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi awan.
“OMC ini sangat ditentukan oleh pembentukan awan konvektif,” katanya.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar. Kondisi ini diharapkan membantu pemadaman dan pendinginan karhutla.
BPBD Kalbar mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama periode mudah terbakar serta tidak menyebarkan informasi atau video hoaks yang dapat menimbulkan keresahan. (elp)











