PONTIANAK, AKCAYA – Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa di Kelurahan Batu Layang, Kota Pontianak, mendapat kesempatan memperkenalkan produk tenun dan potensi wisata budaya lokal ke pasar internasional melalui ajang Southeast Asian Tourist Guides Conference (SEATGC) 2026 di Sibu, Sarawak, Malaysia.
Keikutsertaan tersebut difasilitasi PT Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Integrasi Wisata Batulayang Berbudaya.
Ajang tahunan yang diselenggarakan Sarawak Tourist Guides Association itu mempertemukan pelaku pariwisata dari lima negara di Asia Tenggara. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan destinasi wisata dan produk budaya lokal kepada pelaku industri pariwisata mancanegara.
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa memiliki potensi wisata yang berkaitan dengan kekayaan budaya masyarakat Batu Layang dan ikon Kota Pontianak, termasuk Tugu Khatulistiwa. Melalui partisipasi dalam SEATGC 2026, produk tenun dan daya tarik wisata kawasan tersebut diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional.
Keikutsertaan ini juga terlaksana melalui kolaborasi dengan asosiasi pelaku perjalanan wisata Indonesia untuk memperluas peluang promosi dan pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Local Hero Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Kurniati, mengapresiasi dukungan berkelanjutan Pertamina Patra Niaga IT Pontianak yang telah membuka kesempatan bagi kelompoknya untuk memperkenalkan produk hingga ke luar negeri.
“Dukungan ini mewujudkan mimpi kami untuk membawa produk tenun khas ke pameran luar negeri. Pada 2022, Pertamina membawa produk kami ke ajang Tong Tong Fair di Belanda. Kali ini, pada 2026, saya mendapat kesempatan untuk hadir langsung sebagai delegasi dan mempromosikan karya mitra binaan,” ujar Kurniati, Rabu (14/10/2026).
Manager IT Pontianak, Adi Wahyu Christianto, mengatakan pendampingan terhadap Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa merupakan bagian dari upaya Pertamina mengembangkan potensi masyarakat dan memperluas manfaat ekonomi melalui pariwisata berbasis budaya.
Menurut Adi, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2020. Program tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi pengembangan integrasi wisata di Kelurahan Batu Layang pada 2026.
“Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa telah dibina oleh Pertamina sejak 2020. Program ini menjadi salah satu fondasi pengembangan integrasi wisata di Kelurahan Batu Layang pada 2026, yang juga mencakup sejumlah destinasi, seperti Tugu Khatulistiwa, Bukit Rel, dan Makam Sultan Abdurrahman,” jelas Adi.
Melalui promosi di forum internasional tersebut, produk tenun dan destinasi wisata budaya Batu Layang diharapkan memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas. Peluang ini juga diharapkan dapat membuka jaringan usaha baru, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta mendorong masyarakat terus mengembangkan potensi wisata daerahnya.
Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta penciptaan pekerjaan yang layak.
Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita ke-8 Presiden Prabowo Subianto, khususnya semangat menjaga keselarasan kehidupan dengan alam dan budaya.
Dengan dukungan promosi dan pendampingan yang berkelanjutan, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Pontianak sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis identitas lokal.











