PONTIANAK, AKCAYA – Penurunan jumlah titik panas di Kalimantan Barat (Kalbar) belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap yang masih dirasakan di sejumlah wilayah.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika cuaca dan pergerakan angin yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat.
Berdasarkan pemantauan data BMKG yang disampaikan Norsan, arah angin saat ini bergerak dari wilayah selatan menuju utara dan melintasi Kalimantan Barat.
“Kabut asap masih terasa di lapangan. Kenapa langit kita masih berkabut?” kata Norsan, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan kondisi tersebut diperkuat karakteristik geografis sejumlah wilayah di Kalbar, termasuk Pontianak yang berada di kawasan ekuator.
Posisi tersebut, menurut Norsan, membuat pergerakan angin relatif lebih lambat sehingga asap cenderung bertahan di wilayah Kalimantan Barat.
“Berdasarkan pantauan data BMKG terkini, arah angin saat ini bergerak dari wilayah Selatan menuju Utara, melintasi wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.
“Dinamika cuaca ini diperberat oleh posisi geografis kota-kota kita, seperti Pontianak, yang tepat berada di ekuator. Hal ini membuat pergerakan angin relatif lebih lambat, sehingga kabut asap cenderung tertahan di wilayah kita,” lanjutnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Kalbar tetap mempertahankan kesiapsiagaan meskipun jumlah titik panas telah menurun.
Dengan kondisi angin yang dapat memengaruhi pergerakan asap, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kualitas udara di sejumlah wilayah. (elp)











