JAKARTA, AKCAYA -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti mentalitas rajin, malas sama saja (RMS) di kalangan siswa. Ia menilai, sistem kenaikan kelas otomatis berpotensi mengurangi motivasi belajar karena siswa merasa tetap akan naik kelas tanpa harus meningkatkan capaian pembelajaran.

Pemerintah kini mengkaji kemungkinan memberlakukan kembali kebijakan tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian akademik dan masukan para ahli.

Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu dalam Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube Undiksha pada 2 Oktober 2026.

Advertisement

Menurutnya, pemerintah menerima masukan dari Dewan Pendidikan agar kebijakan tidak naik kelas kembali diterapkan.

“Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus ‘RMS’, rajin malas sama saja,” kata Mu’ti dikutip, Jumat (9/10/2026).

Ia menegaskan, siswa perlu dibiasakan rajin belajar, memiliki semangat berkompetisi, dan menjadi pribadi yang tangguh. Menurutnya, dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan perlu ditanamkan sejak dini.

Meski demikian, pemerintah belum memutuskan penerapan kembali kebijakan tersebut. Abdul Mu’ti menyatakan, kajian akademik dan rekomendasi para ahli diperlukan sebelum kebijakan ditetapkan.

“Sehingga mulai tahun ajaran 2027 dan seterusnya tidak semua murid otomatis naik kelas,” ujarnya.

Penerapan kebijakan itu masih bergantung pada hasil kajian dan rekomendasi yang diperoleh pemerintah. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *