PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota DPRD Partai Hanura se-Indonesia di Kota Pontianak, Jumat (1/5/2026), sebagai peristiwa bersejarah bagi Bumi Khatulistiwa.
Menurut Norsan, penunjukan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah agenda berskala nasional ini menjadi kehormatan sekaligus momentum penting bagi daerah untuk semakin dikenal di tingkat nasional.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang yang telah memberikan kepercayaan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Oesman Sapta yang telah menjadikan Kalbar sebagai tuan rumah Bimtek Nasional ini. Ini momentum berharga agar Kalbar semakin dikenal dalam berbagai event nasional ke depan,” ujar Norsan di hadapan peserta.
Norsan juga menilai Oesman Sapta sebagai tokoh nasional asal Kalbar yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan dan eksistensi daerah di tingkat nasional.
“Kita semua tahu jasa-jasa Pak OSO untuk Kalbar sangat luar biasa. Beliau adalah kebanggaan kita. Kita doakan agar beliau selalu sehat dan terus membimbing kita semua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Norsan menegaskan bahwa kehadiran anggota DPRD Partai Hanura dari seluruh Indonesia secara serentak di Pontianak merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kalimantan Barat.
Ia optimistis, lonjakan kunjungan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor perhotelan dan UMKM.
“Ini kebanggaan bagi kami. Dengan kehadiran Bapak dan Ibu sekalian, Pontianak menjadi ramai dan pertumbuhan ekonomi kita meningkat. Kami berharap para peserta merasa nyaman selama berada di sini,” katanya.
Suasana semakin cair ketika Norsan menyelipkan candaan mengenai mitos Sungai Kapuas yang melegenda.
“Di Pontianak ada satu keajaiban. Siapa pun yang minum air Kapuas, pasti akan kembali lagi ke sini. Contohnya Pak Rocky Gerung, sudah enam kali datang kembali,” ujarnya disambut tawa peserta.
Norsan berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan strategis bagi pembangunan bangsa, khususnya Kalimantan Barat.
“Semoga Bimtek ini berjalan lancar dan menghasilkan manfaat maksimal bagi kemajuan Indonesia dan pembangunan Kalbar,” pungkasnya.
OSO: Kader Harus Berkualitas dan Bekerja Nyata
Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, dalam arahannya menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan jumlah kursi di legislatif bukan alasan bagi kader untuk berkecil hati. Menurutnya, kualitas dan kinerja nyata jauh lebih penting.
“Walaupun kita sedikit, kita tidak boleh kalah. Kita harus berkualitas. Jangan sampai ada yang ‘tidur’ setelah menjadi anggota DPRD. Amanah ini harus diperjuangkan untuk kepentingan daerah,” tegasnya.
OSO mengingatkan bahwa jabatan anggota DPRD adalah mandat untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menikmati fasilitas.
Ia juga mendorong kader Hanura untuk berpihak kepada rakyat dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan di daerah masing-masing.
“Berpihaklah kepada daerah. Berikan kemakmuran, perbaiki kehidupan rakyat, dan ciptakan lapangan kerja. Jangan hanya menikmati jabatan,” ujarnya.
Mengusung filosofi “hati nurani”, OSO menekankan bahwa politik Hanura harus berlandaskan kejujuran dan keberpihakan pada kebenaran.
“Kalau kita bergerak dengan hati nurani, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya yakin kita semua adalah petarung dan siap memenangkan 2029,” katanya.
Menutup arahannya, OSO meminta seluruh kader menjadikan pesan tersebut sebagai pegangan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Bergeraklah untuk rakyat dan berjuanglah untuk kebenaran,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Dewan Penasihat Marwan Paris, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono, Ketua DPD Partai Hanura Kalbar Dian Eka Muchairi, kepala daerah se-Kalbar, serta anggota DPRD dari seluruh Indonesia. (elp)










