PONTIANAK, AKCAYA – Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendorong transformasi digital pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan bertajuk “Mahir Menciptakan Game Edukasi Interaktif dengan Canva” yang digelar secara daring.
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan YouTube Streaming tersebut diikuti lebih dari 100 guru perempuan dan mahasiswi calon guru dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari gerakan Guru Perempuan Mahir Digital, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik perempuan dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Program tersebut diinisiasi oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI Kalimantan Barat, Dian Aprilia Manase, yang juga berperan sebagai fasilitator sekaligus narasumber dalam pelatihan.
Menurut Dian, kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mendorong penerapan pembelajaran mendalam serta integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan.
“Gerakan ini bertujuan mendorong guru perempuan berada di garda terdepan adopsi teknologi kelas, sekaligus mendukung program Kemendikdasmen dalam pembelajaran mendalam dan KKA,” ujarnya.
Pelatihan mengusung konsep “Satu Guru, Satu Karya: Berbagi Inspirasi untuk Guru di Kalimantan Barat”. Para peserta dibimbing langsung oleh instruktur Yudi Kurniawan bersama Dian Aprilia Manase melalui tiga tahapan utama, yakni penyusunan konsep permainan (game planning), desain digital berbasis prompting style UI, serta produksi dan publikasi game edukasi.
Melalui pendekatan praktis tersebut, peserta diajak mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang dapat digunakan langsung di kelas tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks.
Hasilnya, setiap peserta berhasil menghasilkan minimal satu produk game edukasi berbasis web yang siap diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Tidak berhenti sampai di situ, para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyempurnakan karya mereka dan melakukan uji coba di sekolah masing-masing sebelum dipresentasikan dalam Showcase Digital yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Showcase tersebut akan menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus sarana evaluasi dampak program terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ketua PGRI Kalimantan Barat, Muhamad Firdaus, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya literasi digital di kalangan pendidik.
“Pelatihan ini adalah fondasi awal. Ke depan, PGRI Kalbar akan mendorong penguasaan koding praktis dan integrasi AI di kalangan guru seiring agenda transformasi digital pendidikan nasional yang terus berkembang,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, penyelenggara juga menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari e-sertifikat yang dilengkapi perhitungan Jam Pelatihan (JP), materi pelatihan eksklusif, hingga doorprize dan apresiasi khusus bagi karya edukatif terbaik.
Sebagai organisasi profesi guru, PGRI Kalimantan Barat terus berkomitmen memperkuat kompetensi pendidik melalui berbagai program pelatihan, advokasi, dan pemberdayaan berbasis komunitas guna menjawab tantangan pendidikan di era digital.










