SINGKAWANG, AKCAYA – Keluarga Almarhumah Nola Dya Sari, peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon Manajer Koperasi Merah Putih (KMP) mengaku terkejut atas meninggalnya Nola karena tidak mengetahui adanya riwayat penyakit.

Jujur saya katakan, kami sekeluarga merasa terkejut dengan kepergian almarhumah, karena setahu kami almarhumah sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit,” ujar keluarga almarhumah, Nila Cempaka Sari di kediamannya di Jalan Manggis Gang Rukmajaya, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Minggu (28/6/2026).

Nila mengatakan, keluarga semula hanya menerima kabar bahwa Nola pingsan saat mengikuti pendidikan. Mereka mengira kondisi itu dipicu kelelahan.

Kami awalnya diberi kabar bahwa dia pingsan. Kami pikir hanya karena kelelahan biasa. Namun setelah sampai di rumah sakit, kami justru mendapat kabar bahwa dia sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut keluarga, Nola dikenal sebagai pribadi pendiam dan tertutup sehingga jarang menceritakan kondisi maupun aktivitasnya. Keluarga juga mengaku tidak memiliki firasat sebelum kabar duka datang.

Kemenhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Sementara itu, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta Program SPPI 2026 yang tengah mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan seluruh peserta telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.

Meski demikian, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi, aspek kesehatan, hingga pelaksanaan pendidikan.

Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan,” kata Ketut.

Selain penyesuaian porsi latihan berdasarkan kondisi fisik peserta, evaluasi juga mencakup peningkatan penanganan medis dan metode pembelajaran yang lebih adaptif serta memperhatikan kondisi psikologis peserta tanpa mengurangi tujuan pembentukan disiplin dan jiwa kepemimpinan. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *