PONTIANAK, AKCAYA – Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia Tahun 2026, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat melalui program ASN Kalbar Peduli akan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukasi kesehatan di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Selasa (12/5/2026).

Mengusung tema “Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosis, Mendukung yang Tak Terlihat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyintas thalassemia sekaligus mendorong pentingnya deteksi dini penyakit genetik tersebut.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi aksi donor darah ASN Kalbar Peduli Vol. 2 dan seminar kesehatan bertema “Kenali Thalasemia, Lindungi Generasi Masa Depan”.

Kegiatan donor darah terbuka untuk umum dan ditargetkan mampu menjaring partisipasi masyarakat luas sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap para penyintas thalassemia yang membutuhkan transfusi darah rutin.

Panitia juga menyiapkan bingkisan menarik bagi 200 pendonor pertama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat.

Selain donor darah, seminar kesehatan juga akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan tenaga medis. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara bersama Prof. Dr. dr. Pustika Amalia, Sp.A(K) dari Universitas Indonesia, dr. Enny, Sp.PK, Subsp. BRKT (K) selaku Ketua Perhimpunan Dokter Transfusi Darah Indonesia, serta dr. Nevita, M.Sc, Sp.A dari RSUD dr. Soedarso.

Seminar tersebut juga dapat diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom sehingga masyarakat dari berbagai daerah tetap dapat memperoleh edukasi terkait thalassemia.

Kepala BPSDM Provinsi Kalbar sekaligus Ketua POPTI Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan peringatan Hari Thalassemia Sedunia menjadi momentum penting untuk membangun kepedulian bersama terhadap para penyintas thalassemia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap para penyintas thalassemia. Mereka membutuhkan perhatian, dukungan, dan semangat bersama agar tetap bisa menjalani hidup dengan baik,” ujarnya.

Menurut Windy, kebutuhan darah bagi penyintas thalassemia sangat tinggi karena sebagian besar pasien harus menjalani transfusi darah secara rutin sepanjang hidupnya.

“Satu kantong darah sangat berarti bagi mereka. Karena itu, kami berharap kegiatan donor darah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darahnya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda terkait deteksi dini dan pencegahan thalassemia agar risiko penyakit tersebut dapat ditekan sejak awal.

“Penting bagi masyarakat mengenali thalassemia sejak dini. Edukasi menjadi langkah penting agar generasi masa depan lebih terlindungi,” ungkapnya.

Windy turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari tenaga kesehatan, relawan, komunitas sosial hingga masyarakat umum.

“Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang ingin terus kita bangun. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Thalassemia Sedunia 2026, BPSDM Provinsi Kalimantan Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap thalassemia semakin meningkat sekaligus memperkuat budaya donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *