JAKARTA, AKCAYA – Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Norwegia dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggelar acara “Gema Langkah Alam” dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.
Mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Indra Exploitasia, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum generasi muda menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
“Hari ini tantangan generasi muda bukan lagi merebut kemerdekaan, tetapi menjaga masa depan bumi dan lingkungan hidup,” ujar Indra, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah menempatkan sektor kehutanan sebagai pilar aksi iklim nasional melalui program FOLU Net Sink 2030 yang fokus pada pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat.
Indra mengapresiasi dukungan Pemerintah Norwegia terhadap implementasi FOLU Net Sink 2030, termasuk berbagai aksi perlindungan hutan, rehabilitasi gambut, dan pengembangan green jobs.
Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin, menyebut keberhasilan Indonesia menekan deforestasi menjadi contoh bagi dunia.
“Norwegia sangat bangga bermitra erat dengan Indonesia,” kata Rut.
Dalam acara tersebut, Kementerian Kehutanan dan BPDLH turut meluncurkan film pendek “Merawat Esok” yang mengangkat kisah pelaksana program FOLU dan masyarakat penjaga hutan, gambut, serta mangrove Indonesia. (elp)










