PONTIANAK, AKCAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat mengikuti pencanangan nasional Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal, secara virtual dari Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jumat (10/7/2026).

Di Kalimantan Barat, rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, bersama jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Harisson mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan program nasional yang kembali digelorakan Kemendagri agar dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah sebagai upaya membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

“Kita hari ini mengikuti secara virtual pencanangan Gerakan Indonesia ASRI. ASRI itu berarti Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini sudah lama dicanangkan oleh Presiden, kemudian kembali digelorakan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dari Kota Malang,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Pemprov Kalbar menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mulai dari penanaman pohon di kawasan Masjid Raya Mujahidin, kerja bakti membersihkan lingkungan, pasar murah, pembagian bantuan kepada anak yatim piatu, hingga aksi donor darah.

“Kami melaksanakan penanaman pohon di sekitar masjid, kemudian korve atau kerja bakti sebagai kegiatan utama, pasar murah dengan seribu paket berisi beras, minyak goreng, dan telur, pembagian bingkisan kepada anak yatim piatu, serta donor darah,” jelas Harisson.

Selain menyediakan 1.000 paket pasar murah, Pemprov Kalbar juga menyalurkan 75 paket bantuan kepada anak yatim piatu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

Harisson berharap Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi budaya yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami sudah didukung TNI, Polri, dan masyarakat. Ke depan, kegiatan seperti korve harus terus digalakkan agar seluruh wilayah di Kalimantan Barat benar-benar menjadi daerah yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar turut ambil bagian melalui aksi donor darah yang dikemas dalam program ASN Kalbar Peduli.

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Indonesia ASRI sekaligus wujud kepedulian sosial aparatur sipil negara.

“Aksi Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan nasional yang mengedepankan kolaborasi dan aksi nyata. Melalui ASN Kalbar Peduli, kami berpartisipasi aktif dengan menggelar donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Windy, donor darah merupakan aksi sederhana yang memiliki manfaat besar karena dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus menyelamatkan nyawa masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap tetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan sekaligus penyelamat bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini semakin menumbuhkan budaya peduli, semangat berbagi, dan gotong royong di lingkungan ASN maupun masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar juga telah menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mematangkan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di daerah.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, panitia turut menyiapkan bingkisan bagi 100 pendonor darah pertama yang mengikuti kegiatan tersebut.

Windy berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui Gerakan Indonesia ASRI dapat terus berlanjut dan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

“Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Kalimantan Barat dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih aman, sehat, resik, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *