PONTIANAK, AKCAYA – Universitas PGRI Pontianak (UPGRI Pontianak) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) resmi meraih status Terakreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), predikat akreditasi tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena berdasarkan data LAMDIK, BAN-PT, dan PDDikti per Juli 2026, Prodi PBSI UPGRI Pontianak menjadi satu-satunya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi swasta se-Kalimantan yang berhasil meraih status Unggul.
Tidak hanya itu, di Kalimantan Barat sendiri, dari lima program studi PBSI yang ada di perguruan tinggi negeri maupun swasta, hanya PBSI UPGRI Pontianak yang berhasil memperoleh predikat akreditasi tertinggi tersebut.
Rektor UPGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh sivitas akademika.
“Alhamdulillah, capaian akreditasi Unggul ini adalah buah kerja keras seluruh sivitas akademika. Ini bukan sekadar predikat, melainkan bukti nyata bahwa mutu pendidikan di UPGRI Pontianak telah diakui secara nasional dan mampu bersaing, bahkan mengungguli perguruan tinggi negeri sekalipun. Ini sejalan dengan visi kami yakni mendidik dan menginspirasi,” ujarnya.
Firdaus menegaskan, status Unggul menjadi jaminan mutu bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
“Orang tua dan calon mahasiswa tidak perlu ragu. Kualitas lulusan, kurikulum, dosen, dan fasilitas kami telah teruji melalui standar akreditasi tertinggi,” tegasnya.
Dekan yang membawahi Prodi PBSI, Dedi Irwan, mengatakan pencapaian tersebut diraih melalui penguatan mutu secara sistematis dan berkelanjutan.
Menurut doktor lulusan University of Leicester, Inggris, Prodi PBSI mengembangkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan keunggulan khas pada bidang Linguistik Forensik, yakni kajian bahasa sebagai alat bukti dalam proses hukum.
“Kami tidak sekadar mengejar predikat. Yang kami bangun adalah ekosistem pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan zaman. Kurikulum prodi ini berbasis Outcome-Based Education (OBE), dengan keunggulan khas di bidang Linguistik Forensik. Ini keunggulan yang langka, bahkan di tingkat nasional,” jelasnya.
Selain itu, pembelajaran juga mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), linguistik digital, storytelling, produksi konten edukatif digital, hingga program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
“Lulusan kami disiapkan bukan hanya menjadi guru profesional, tetapi juga peneliti, ahli linguistik forensik, content creator, jurnalis, hingga edupreneur. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi membangun peradaban, mengungkap fakta, dan menginspirasi perubahan,” tambahnya.
Ketua Prodi PBSI, M. Thamimi, menyebut predikat Unggul menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik.
“Terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra yang telah berjuang bersama. Status Unggul ini kami dedikasikan untuk masyarakat Kalimantan Barat. Ke depan, kami akan terus memperkuat pembelajaran berbasis proyek, praktik lapangan, micro teaching, serta kemitraan dengan sekolah, dunia usaha, dan industri kreatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program studi dengan beban 144 SKS yang ditempuh selama delapan semester tersebut didukung berbagai fasilitas modern, seperti studio podcast, laboratorium micro teaching, laboratorium bahasa, smart classroom, perpustakaan digital, hingga sistem e-learning.
Seiring raihan akreditasi Unggul, UPGRI Pontianak juga membuka pendaftaran mahasiswa baru secara daring melalui laman spmb.upgripnk.ac.id. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan WhatsApp PMB, akun Instagram @pbsi_upgripontianak, maupun dengan datang langsung ke Kampus UPGRI Pontianak di Jalan Ampera Nomor 88, Pontianak.










