Di ujung barat Pulau Kalimantan, di pesisir yang disapa ombak Laut Natuna, sebuah panggung kebesaran telah disiapkan. Bukan panggung gemerlap hiburan, melainkan panggung syiar yang menanti ribuan lantunan ayat-ayat suci.

Kabupaten Kayong Utara, dengan seluruh pesonanya, bersiap menyambut perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 1-9 Agustus 2026. Lebih dari sekadar kompetisi, peristiwa ini adalah usaha sungguh-sungguh untuk membumikan Al-Qur’an di Tanah Betuah.

Menyuarakan Tema, Menebar Makna

Advertisement

“Mari kita rajut ukhuwah, mari kita tebarkan dakwah, dan mari kita wujudkan Al-Qur’an yang hidup di Tanah Betuah, menuju Kalimantan Barat yang semakin berkah.” Demikianlah pesan utama yang terangkum dalam tema resmi MTQ XXXIV Kalbar: “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Betuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah”.

Tema ini bukanlah sekadar rangkaian kata indah. Ia adalah cerminan dari semangat yang melintasi makna. MTQ tidak lagi dipandang sebagai ajang perlombaan semata, tetapi sebagai gerakan kebudayaan dan spiritual.

Panggilan membumikan Al-Qur’an mengisyaratkan sebuah tekad: nilai-nilai suci itu tidak boleh hanya tersimpan rapi di rak-rak mushaf. Ia harus mengalir dalam denyut nadi masyarakat, menjadi ruh dalam setiap interaksi, keputusan, dan kebersamaan di Bumi Kalimantan Barat.

“Senggayong”: Harmoni dalam Keberagaman

Keunikan sebuah perhelatan acapkali terletak pada simbol-simbol yang melekat padanya. Untuk MTQ kali ini, dihadirkanlah maskot bernama “Senggayong”. Diambil dari alat permainan tradisional masyarakat Kayong Utara, Senggayong memiliki filosofi yang dalam. Alat yang menghasilkan bunyi berirama ini biasanya dimainkan bersama oleh masyarakat, menciptakan harmoni, ketika menunggu musim panen durian tiba.

Filosofi ini menjadi cermin sempurna bagi spirit MTQ. Persaudaraan, kekompakan, dan gotong royong adalah kunci utama menyukseskan perhelatan ini.

Di Kayong Utara, ribuan orang dari 14 kabupaten dan kota akan berkumpul. Mereka bukan sekadar peserta dan official, melainkan bagian dari satu simfoni besar yang digerakkan oleh kecintaan kepada Al-Qur’an dan semangat ukhuwah yang harus terus dipelihara.

Kesiapan Tanah Betuah

Menjadi tuan rumah untuk ribuan tamu adalah amanah besar. Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalbar, terus mematangkan persiapan.

Targetnya jelas: segala sesuatunya harus ramping dan siap setidaknya seminggu sebelum hari-H. Berbagai aspek mulai dari venue, akomodasi, transportasi, hingga keamanan dan dukungan teknologi menjadi perhatian utama.

Pelataran Sail Selat Karimata di kawasan Pantai Pulau Datok akan menjadi jantung kegiatan, sementara delapan lokasi lain tersebar sebagai arena lomba untuk sembilan cabang dan 27 golongan yang dipertandingkan. Tidak kurang dari 148 personel Polri, didukung TNI dan Satpol PP, dikerahkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh peserta.

Ketua Umum LPTQ Kalbar, Andi Musa, menegaskan bahwa kesuksesan MTQ kali ini diukur dari lima pilar: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ukhuwah, sukses pemberdayaan ekonomi, dan sukses syiar.

Ini adalah pendekatan holistik. MTQ tidak hanya diharapkan menghasilkan qari dan qariah berprestasi yang mengharumkan nama Kalbar, tetapi juga menggairahkan roda ekonomi lokal melalui UMKM serta memperkuat harmoni sosial.

Bahkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kayong Utara pun turut menggaungkan pentingnya toleransi dan kerukunan sebagai modal sosial utama selama perhelatan berlangsung.

Menghidupkan Sejarah, Menatap Masa Depan

Sejarah mencatat, Kalimantan Barat pernah menjadi gudangnya qari dan qariah berkelas nasional bahkan internasional pada 1970-an hingga 1980-an. Nama-nama seperti Hj. Wahdah Muhsin, Hj. Nursiah Ismail, dan Jamilah A.

Rani pernah menorehkan prestasi emas di panggung nasional. Meski sempat mengalami masa vakum, kebangkitan di STQ Nasional 2019 lalu menjadi titik balik yang menggembirakan, sekaligus menandai awal dari era baru kebanggaan Kalbar.

Di Era Kepemimpinan Gubernur H. Ria Norsan yang memang sangat dekat dengan para Qori-Qori’ah ini diharapkan akan kembali mencetak talenta berkaliber Nasional maupun Internasional.

MTQ XXXIV di Kayong Utara hadir dalam rangkaian kebangkitan itu. Di sini, spirit masa lalu dan harapan masa depan bertemu. Di atas panggung yang terhampar di Tanah Betuah, lantunan ayat-ayat suci akan terus bergema.

Bukan hanya sebagai ajang unjuk kebolehan, tetapi sebagai sebuah gerakan bersama untuk menjadikan Al-Qur’an benar-benar membumi, di setiap sudut Kalimantan Barat yang kita cintai, menuju masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan penuh berkah.

Sharing Ide: Hery Arianto
Pemerhati Sosial & Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *