PONTIANAK, AKCAYA – Perjuangan menghadapi kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga kesiapan pasien dalam menghadapi efek samping, pemenuhan nutrisi hingga kesehatan mental.
Hal tersebut menjadi perhatian RSUD dr. Soedarso bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Kalimantan Barat dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalimantan Barat melalui Seminar Awam dan Edukasi Pasien serta Penyintas Kanker, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Perjuangan Tanpa Henti Penyintas Kanker dalam Mengasah Makna Hidup”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan bagi pasien, penyintas kanker dan keluarga agar mampu menjalani proses pengobatan dengan lebih siap dan penuh harapan.
Seminar dihadiri Ketua POI Cabang Kalbar, Manuel Hutapea, Ketua YKI Kalbar Windy Prihastari serta Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Soedarso, Eko Ruastanto Suhardi, yang mewakili Direktur RSUD dr. Soedarso sekaligus membuka kegiatan dan menjadi moderator.
Sejumlah materi diberikan kepada peserta untuk memperkuat pemahaman dalam menghadapi perjalanan panjang pengobatan kanker.
Ivan Lumban Toruan membawakan materi mengenai “Mengelola Efek Samping Kemoterapi”. Materi ini memberikan pemahaman kepada pasien mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan selama menjalani kemoterapi.
Sementara Fitri Vidyastuti membahas “Mengelola Asupan Gizi untuk Memperoleh Nutrisi yang Baik”. Pemenuhan nutrisi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh pasien selama menjalani pengobatan.
Tidak hanya aspek fisik, perhatian juga diberikan terhadap kondisi psikologis pasien. Nurul Huda menyampaikan materi “Suportif Mental untuk Mengasah Emosi dan Jiwa”.
Ketiga materi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pasien tidak hanya berhadapan dengan penyakit dan proses pengobatan, tetapi juga berbagai dampak fisik, perubahan pola makan serta tekanan emosional yang dapat muncul selama perjalanan tersebut.
Perjalanan menghadapi kanker bukanlah proses yang singkat. Data pelayanan RSUD dr. Soedarso menunjukkan, sejak 2023 hingga Juli 2026 tercatat 16.651 kunjungan pasien kanker dengan 1.047 pasien.
Data tersebut menggambarkan panjangnya proses pemeriksaan, pengobatan dan pendampingan yang harus dilalui pasien bersama keluarga.
Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam membantu pasien dan keluarga menghadapi perjalanan tersebut. Pengetahuan mengenai pengobatan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola efek samping, memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga kesehatan mental dan mempertahankan kualitas hidup.
Melalui seminar ini, RSUD dr. Soedarso bersama POI Cabang Kalbar dan YKI Kalbar memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan, komunitas, penyintas, keluarga dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh bagi mereka yang sedang menjalani perjuangan melawan kanker.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pasien dan penyintas untuk belajar, berbagi pengalaman serta saling menguatkan.
Semangat yang dibangun adalah memastikan tidak ada pasien maupun penyintas kanker yang merasa harus menjalani perjuangannya seorang diri.
Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, komunitas dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pasien agar tetap memiliki harapan dan mampu menjalani setiap tahapan pengobatan.
Pada akhirnya, perjuangan menghadapi kanker bukan hanya tentang bagaimana melawan penyakit, tetapi juga bagaimana mempertahankan kualitas hidup, menemukan kekuatan dan terus mengasah makna hidup di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.











