PONTIANAK, AKCAYA – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai salah satu fondasi untuk menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku dan budaya yang ada di Kota Pontianak.
Menurut Edi, keberagaman telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak sejak lama. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu salah satunya terlihat di kawasan Jeruju yang dikenal sebagai Kampung Moderasi Beragama. Di kawasan tersebut, rumah ibadah dari agama berbeda berada dalam jarak berdekatan dan masyarakat tetap dapat menjalankan kehidupan secara harmonis.
“Pontianak ini sangat heterogen, baik dari sisi suku maupun agama. Sejak dulu kehidupan masyarakat kita sebenarnya sudah sangat harmonis dan rukun,” ujar Edi saat membuka Seminar Nasional Moderasi Beragama di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (16/9/2026).
Edi mengatakan karakter Pontianak sebagai kota yang heterogen membutuhkan sikap saling menghargai dari seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun kota.
Menurutnya, tantangan menjaga kerukunan saat ini tidak hanya muncul dari perbedaan agama. Perbedaan latar belakang suku, karakter budaya hingga dinamika politik juga berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak disikapi secara dewasa.
Terlebih, derasnya arus informasi membuat berbagai pandangan dapat menyebar dengan cepat. Dalam kondisi tersebut, identitas agama maupun suku terkadang ikut terbawa dalam perbedaan pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, Edi menilai penguatan literasi dan moderasi menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat agar tetap rukun.
“Moderasi beragama ini menjadi salah satu hal penting yang harus terus kita galakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Edi menambahkan, kehidupan masyarakat yang rukun merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan. Tidak hanya persoalan sosial, tetapi juga tekanan ekonomi, kondisi global hingga perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Ia berharap semangat menjaga kerukunan terus dipelihara di seluruh wilayah Kota Pontianak. Menurutnya, masyarakat yang mampu menjaga komunikasi dan saling menghormati akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan dan persoalan yang muncul.
Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, Edi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah memilih Pontianak sebagai tuan rumah Seminar Nasional Moderasi Beragama.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi turut memperkuat praktik moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Jaga moderasi, ciptakan mufakat, Pontianak aman, hidup pun tenang,” tutupnya.











