PONTIANAK, AKCAYA — Wali Kota Pontianak periode 2008–2018, Sutarmidji, merespons pernyataan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono yang menyebut saran memperluas Waduk Penepat sebagai usulan “merampot”.

Sutarmidji menyampaikan respons tersebut melalui akun Facebook Bang Midji. Ia mengingatkan kembali pernyataan Edi Kamtono saat pelantikan direksi PDAM pada 2020, yang menurutnya juga pernah membahas rencana peningkatan kapasitas Waduk Penepat.

“Nyantai pak wali, saye sarankan pilihan atasi air baku PDAM dgn meningkatkan kapasitas Penepat 10 kali itu krn ingat pidato pak Wali waktu melantik direksi PDAM tahun 2020, mau meningkatkan Penepat dari 1 ha menjadi 9 ha, artinya 9 kali, ngapain pula lalu jadi merampot.😃😃😃, cobe ingat dan bace ini,” tulis Sutarmidji di akun media sosial Facebook Bang Midji miliknya.

Advertisement

Dalam unggahan yang sama, Sutarmidji kembali mempertanyakan pernyataan Edi Kamtono terkait usulan tersebut.

“Kire-kire yang merampot siape ye,” tulis Sutarmidji.

Sutarmidji juga menyinggung persoalan ketersediaan air baku yang menjadi tantangan pelayanan PDAM Tirta Khatulistiwa, terutama saat musim kemarau.

Menurutnya, waduk masih menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan air baku Pontianak. Ia kemudian melontarkan sindiran dengan gaya khasnya.

“Klu lah waduk bukan solusi utk air baku, lalu solusinya ape? Pakai Aek lior basi? krn sekitaran Pontianak tak ade sumber mata air pegunungan kayak Bengkayang,” tulis legislator Partai Nasdem ini. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *