PONTIANAK, AKCAYA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat memperluas upaya penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya menyangkut kemampuan teknis dan kepemimpinan, peningkatan kapasitas juga diarahkan pada literasi kesehatan keluarga dan generasi masa depan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar bertajuk “Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker pada Anak Usia Sekolah”yang digelar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BPSDM Kalbar berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Kalbar serta Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalbar.

Advertisement

Seminar menghadirkan akademisi, dokter spesialis, dan praktisi kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada ASN perempuan mengenai faktor risiko, gejala awal, deteksi dini, hingga langkah pencegahan kanker.

Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan penguatan kompetensi ASN perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, literasi kesehatan menjadi salah satu pengetahuan penting, terutama bagi ASN perempuan yang memiliki peran strategis di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.

“Peningkatan kompetensi ASN tidak hanya berkaitan dengan tugas dan pelayanan publik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap isu-isu strategis, termasuk kesehatan generasi penerus,” ujarnya.

Windy menilai kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengetahuan mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya deteksi dini perlu terus diperluas.

Menurutnya, ASN perempuan juga dapat menjadi penggerak edukasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh melalui seminar diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar.

Sejumlah narasumber turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof. Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG, Sub.Sp.Onk.

Selain itu, hadir Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedarso, dr. Nevita, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Fujiyanto, Sp.PD, serta Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Cabang Pontianak, Dr. dr. Manuel Hutapea, Sp.OG, Subsp.Onk.

Para narasumber membahas berbagai aspek terkait kanker, mulai dari faktor risiko, gejala awal, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

BPSDM Kalbar berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran ASN perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, seminar diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat melalui peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap pencegahan penyakit.

Dengan demikian, pengembangan kompetensi ASN tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, tetapi juga mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kepedulian lebih luas terhadap kesehatan keluarga dan generasi penerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *