PONTIANAK, AKCAYA – Potensi pertumbuhan awan hujan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi perkembangan yang diperhatikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, menyampaikan bahwa informasi BMKG pada Selasa (20/10/2026) menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup baik di sebagian besar wilayah Kalbar, dengan peluang lebih dari 70 persen.
Menurut Ridwan, kondisi tersebut membuka peluang untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terutama di wilayah yang masih menghadapi kebakaran.
“Pada hari ini hampir seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat mempunyai potensi pertumbuhan awan yang cukup bagus,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Potensi ini menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya penanganan karhutla. Melalui OMC, pemerintah berupaya memanfaatkan kondisi atmosfer yang memungkinkan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Meski demikian, potensi pertumbuhan awan tidak serta-merta menjamin hujan akan turun di seluruh wilayah. Pelaksanaan OMC tetap bergantung pada analisis atmosfer dan kelayakan teknis berdasarkan informasi BMKG.
Pemprov Kalbar melalui BPBD terus mengikuti perkembangan cuaca dan mengoordinasikan langkah penanganan bersama instansi terkait. Pemantauan tersebut diperlukan agar peluang yang muncul dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung penanganan karhutla. (elp)











