JAKARTA, AKCAYA – Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi salah satu dari enam provinsi yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ancaman kebakaran dinilai semakin serius karena wilayah tersebut memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau, terlebih jika diperparah fenomena El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan, pemerintah saat ini memfokuskan penanganan karhutla di enam provinsi yang dinilai paling rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau,” kata Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keberadaan lahan gambut menjadi salah satu faktor utama yang membuat keenam provinsi tersebut rawan mengalami kebakaran, terutama ketika kondisi kering pada musim kemarau.
Pemerintah pun memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan sekitar 43 helikopter untuk membantu penanganan karhutla dari udara. Selain itu, sebanyak 10 hingga 15 pesawat fixed-wingdisiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Penanganan tidak hanya dilakukan dari udara. Petugas di lapangan juga melakukan pemadaman dari darat dengan dukungan tangki fleksibel yang digunakan sebagai tempat penampungan air sementara.
Djamari mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, terutama untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.
Secara nasional, pemerintah mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 107 ribu hektare.
Selain di enam provinsi yang menjadi perhatian utama, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, di antaranya Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.
Asap Belum Ganggu Negara Tetangga
Di tengah luasnya kebakaran yang terjadi, pemerintah menyatakan hingga Senin (10/8/2026) belum menerima laporan adanya negara tetangga yang terganggu asap karhutla dari Indonesia.
“Kita juga berupaya sekeras mungkin untuk tidak mengganggu pihak lain, baik ke negara tetangga yang dekat dengan kita,” kata Djamari.
Ia memastikan pemerintah terus mempercepat pemadaman, baik melalui operasi udara maupun penanganan dari darat, untuk mencegah asap dan dampak karhutla meluas ke wilayah lain.
“Sampai dengan hari ini tidak ada itu (pihak yang terganggu dengan asap), ya,” katanya. (elp)











