TEHERAN, AKCAYA — Iran belum membuka Selat Hormuz. Teheran disebut mengajukan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) yang harus dipenuhi sebelum jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka.

Informasi itu disampaikan sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada kantor berita Iran, Tasnim, Minggu (13/9/2026).

“Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi,” kata sumber tersebut.

Advertisement

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan Teheran akan menggelar pertemuan di Oman pada Senin (14/9/2026). Pertemuan itu melibatkan Irak dan sejumlah negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz belum mencakup pembukaan kembali jalur perairan tersebut. Kedua negara baru menyepakati koordinasi rute utama keluar-masuk selat.

Penutupan Selat Hormuz terjadi di tengah eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel. Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran yang kemudian dibalas Teheran.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama dan kedua pihak kembali terlibat dalam serangkaian serangan.

Situasi itu membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti.

Selat yang berada di antara Iran dan Oman tersebut merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sebagian besar pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair menuju pasar global melintasi perairan tersebut.

Gangguan pelayaran di kawasan itu turut memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara. (kil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *