JENEWA, AKCAYAOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan wabah Ebola galur Bundibugyo yang kini menyebar di Republik Demokratik Kongo (RDK) dan Uganda memiliki tingkat kematian sangat tinggi, bahkan dapat mencapai 50 persen dari total pasien terinfeksi.

Pejabat teknis Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Anais Legand, mengatakan data dari wabah Bundibugyo sebelumnya menunjukkan tingkat fatalitas kasus berada di kisaran 30 hingga 50 persen.

“Angka ini sangat tinggi. Artinya, hingga lima dari setiap 10 orang kemungkinan akan meninggal,” kata Legand dalam pengarahan di Jenewa, dikutip dari RIA Novosti, Sabtu (30/5/2026).

WHO menyebut hingga 28 Mei 2026 tercatat 125 kasus Ebola terkonfirmasi dengan 17 kematian yang tersebar di 13 zona kesehatan di RDK. Namun organisasi itu memperkirakan jumlah kasus akan terus bertambah seiring meluasnya pengujian terhadap masyarakat.

Legand mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah wabah Ebola saat ini telah melewati puncaknya.

“Hingga 28 Mei, tercatat 125 kasus terkonfirmasi, termasuk 17 kematian, di 13 zona kesehatan,” ujarnya.

WHO juga memperbarui panduan perawatan pasien Ebola dan pengembangan vaksin kandidat.

Vaksin rVSV Bundibugyo disebut paling menjanjikan, meski diperkirakan baru siap dalam tujuh hingga sembilan bulan.

Kandidat lain, ChAdOx1 Bundibugyo, diperkirakan memasuki tahap uji efektivitas dalam dua hingga tiga bulan.

Meski wabah berkembang, WHO belum merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan terhadap RDK dan Uganda, namun meminta pemeriksaan pelaku perjalanan tetap dilakukan.

WHO menetapkan wabah Ebola di kedua negara sebagai darurat berisiko lintas negara. Hingga kini tercatat 906 kasus suspek dengan 223 kematian. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *