PONTIANAK, AKCAYA – Perjuangan para relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendapat apresiasi. Mereka dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui gerakan kolaborasi sejumlah organisasi yang hadir langsung di tengah masyarakat. Selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga disertai pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap relawan dan masyarakat yang terdampak karhutla.

Gerakan tersebut diinisiasi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kalbar, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Kalbar, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kalbar, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalbar, serta Program ASN Kalbar Peduli.

Advertisement

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap masyarakat sekaligus para relawan yang selama ini berada di lapangan menghadapi ancaman karhutla.

Ketua Pengurus Daerah Kagama Kalbar, Harisson, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras menangani karhutla.

“Atas nama masyarakat Kalbar, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan yang sudah berjibaku siang dan malam menanggulangi karhutla, memadamkan karhutla,” kata Harisson.

Menurutnya, perjuangan para relawan patut mendapatkan penghargaan dari seluruh elemen masyarakat. Sebab, ketika kebakaran terjadi, para relawan menjadi salah satu kelompok yang berada di garis depan untuk memastikan kobaran api dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas.

Mereka harus bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Terik matahari, asap, medan yang sulit hingga ancaman api menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi ketika melakukan pemadaman.

Karena itu, dukungan terhadap relawan tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk bantuan logistik maupun peralatan. Dukungan moral dan perhatian terhadap kesehatan juga penting agar para relawan mampu mempertahankan kondisi fisik selama menjalankan tugas.

Harisson berharap semangat para relawan tidak surut dalam menghadapi karhutla yang masih menjadi ancaman di Kalbar.

“Kami berharap relawan tetap bersemangat dan mudah-mudahan relawan tetap dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Menurut Harisson, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, aparat, relawan, organisasi masyarakat hingga masyarakat umum memiliki peran masing-masing dalam mencegah dan menangani kebakaran.

Kolaborasi menjadi semakin penting karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan memengaruhi kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan karhutla. Mereka dituntut bergerak cepat ketika titik api muncul dan berupaya mencegah kobaran menjalar ke wilayah lain.

Namun, perjuangan tersebut juga membutuhkan dukungan dari masyarakat. Apresiasi dan ucapan terima kasih menjadi bentuk sederhana yang dapat menguatkan mereka yang setiap hari berada di lapangan.

Kehadiran Kagama Kalbar bersama PDUI, IAI, IAI Kalbar dan Program ASN Kalbar Peduli menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak harus dilakukan sendiri-sendiri.

Bantuan, layanan kesehatan dan dukungan moral menjadi satu kesatuan kepedulian yang dibutuhkan di tengah situasi bencana.

Relawan membutuhkan dukungan untuk tetap kuat. Sementara masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman dari ancaman api dan asap.

Karena itu, semangat untuk saling menguatkan harus terus dijaga. Sebab, di tengah perjuangan menghadapi karhutla, kepedulian dan kolaborasi menjadi kekuatan penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *