PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalbar, Ria Norsan meminta pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memiliki mental kuat, disiplin, dan menjunjung kejujuran dalam menjalankan usaha.

Hal itu disampaikan Norsan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Diklatda, dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Kalbar 2026, Selasa (19/4/2026).

“Pengusaha harus memiliki mental yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi situasi maupun tantangan apa pun,” kata Norsan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarpengusaha. Menurut dia, pelaku usaha seharusnya memandang sesama pengusaha sebagai mitra strategis, bukan sekadar pesaing.

“Sesama pengusaha harus dipandang sebagai business partner yang dapat saling melengkapi dan memperkuat sektor usaha demi menciptakan keuntungan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Norsan menyebut pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada kuartal I 2026 mencapai 6,14 persen atau naik dari sebelumnya 5,39 persen. Angka tersebut menempatkan Kalbar di peringkat kedelapan nasional.

Ia mengatakan capaian itu didukung pengendalian inflasi yang berada di angka 2,50 persen melalui program pasar murah dan penurunan pengangguran.

Ketua BPD HIPMI Kalbar, Aditya Setiawan mengatakan HIPMI siap mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. Menurut dia, Kalbar memiliki potensi besar dari sektor sawit hingga bauksit yang perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jika pengusaha lokal kuat, maka sebagian besar perputaran ekonomi akan tetap berada di daerah,” kata Aditya.

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo menyebut HIPMI berkomitmen membantu pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalbar berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen dan berada di peringkat kedelapan nasional. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *