PONTIANAK, AKCAYA – Jumlah titik api di Kabupaten Ketapang, turun drastis dari sebelumnya lebih dari 90 hingga 100 titik menjadi sekitar lima titik berdasarkan pemantauan pada Selasa (27/10/2026).
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, upaya pemadaman dan pemantauan tetap harus dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.
“Kita bersyukur jumlah titik api menunjukkan penurunan. Namun, upaya penanganan tidak boleh berhenti. Kita harus terus melakukan pemantauan dan memastikan kebakaran yang masih terjadi dapat segera ditangani,” ujarnya.
Penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman langsung di lapangan, operasi modifikasi cuaca, serta pemantauan titik panas. Upaya ini melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, dan masyarakat.
Norsan menegaskan, penurunan titik api harus diikuti langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kebakaran yang ditemukan di sekitar mereka.
Pengendalian karhutla juga menjadi penting untuk menekan dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, koordinasi antarpihak diperlukan agar kebakaran yang masih terjadi dapat segera ditangani dan risiko kebakaran susulan bisa diminimalkan. (elp)










