PONTIANAK, AKCAYA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikannya saat membuka workshop “Pokok Telok” dalam rangka Ladies Program Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan tersebut menjadi ruang berbagi budaya sekaligus mempererat kolaborasi antardaerah melalui kreativitas perempuan.

Yanieta mengatakan, workshop pokok telok bukan sekadar kegiatan keterampilan, tetapi juga sarat nilai budaya dan filosofi lokal yang diwariskan turun-temurun.

“Melalui workshop ini, kami ingin membagikan budaya tradisional agar tetap hidup dan lestari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian,” ujarnya.

Menurutnya, pokok telok memiliki makna simbolik yang erat dengan nilai keberkahan, kesuburan, kebahagiaan, hingga doa dalam berbagai tradisi masyarakat Melayu. Kerajinan tersebut biasanya hadir dalam acara khitanan, pernikahan, akikah, hingga khataman Al-Qur’an.

Tak hanya bernilai budaya, Yanieta menilai keterampilan membuat pokok telok juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi masyarakat.

Karena itu, Dekranasda Kota Pontianak turut melakukan pembinaan kepada kelompok disabilitas agar dapat terlibat dalam pengembangan kerajinan tersebut sebagai peluang usaha kreatif.

Selain workshop, kegiatan juga diramaikan fashion show yang menampilkan ragam motif dan kearifan lokal khas Kota Pontianak. Salah satu yang menarik perhatian adalah motif caping yang terinspirasi dari topi tradisional nelayan di Kampung Caping, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Yanieta menyebut Kampung Caping kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat yang mulai dikenal luas. Bahkan, kawasan tersebut baru-baru ini turut dikunjungi istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya Mendukung Fiskal Tangguh Menuju Kota Tumbuh”, Yanieta menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya di lingkungan keluarga tetapi juga dalam sektor ekonomi, budaya, dan sosial.

“Peran Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan organisasi perempuan lainnya sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dari tangan perempuan lahir banyak gagasan baik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus membuka ruang kolaborasi antarwilayah di Kalimantan sehingga budaya dan produk kreatif daerah semakin berkembang dan dikenal lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Yanieta juga memperkenalkan Pontianak sebagai kota kuliner yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Kota Pontianak memang tidak terlalu luas, namun cukup dirindukan bagi siapa pun yang pernah berkunjung ke sini karena terkenal dengan wisata kulinernya. Selain itu, Pontianak juga dikenal sebagai kota dengan seribu warung kopi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *