PONTIANAK, AKCAYA – Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 tidak hanya berperan menjaga tradisi budaya Dayak, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat membuka Pekan Gawai Dayak di Rumah Radakng, Rabu (20/5/2026).
“Saya sangat mendukung sekali kegiatan ini. Selain melestarikan nilai-nilai budaya, saya lihat multi efeknya juga terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Norsan.
Menurut dia, dampak ekonomi terasa pada sektor UMKM dan kuliner yang ikut terlibat selama kegiatan berlangsung.
“Karena ada kulinernya dan lain sebagainya, jadi banyak yang terkena dampaknya juga,” ujarnya.
Pemprov Kalbar, lanjut Norsan, akan tetap mendukung pelaksanaan Gawai Dayak pada tahun mendatang.
Ia mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan panitia agar pendanaan kegiatan dapat dipersiapkan lebih baik.
“InsyaAllah untuk tahun depan kita akan diskusikan dengan panitia sebelum dilaksanakannya Gawai Dayak. Kita usahakan tahun depan tidak akan sampai kekurangan biaya,” ungkapnya.
Ia juga berharap PGD terus menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat di Kalbar yang multikultural.
“Mudah-mudahan pelestarian budaya tetap kita pertahankan. Kemudian persatuan dan kesatuan lebih dikedepankan supaya Kalbar ini, rumah besar kita, bisa terjaga keharmonisannya,” tutupnya. (elp)









