PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta seluruh perangkat daerah tidak tinggal diam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada masyarakat.

Jajaran Pemprov Kalbar diminta turun mengambil peran sesuai tugas masing-masing, mulai dari pencegahan hingga membantu warga dan petugas di lapangan.

Instruksi tersebut mulai terlihat melalui sejumlah langkah yang dilakukan perangkat daerah. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk penanganan karhutla, tetapi juga menyasar persoalan yang muncul akibat kekeringan dan kabut asap.

Advertisement

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, misalnya, menginisiasi gerakan ASN Kalbar Peduli Bencana.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kota Pontianak.

Dukungan juga diberikan RSUD dr. Soedarso kepada Posko Tanggap Darurat Bencana Asap di BPBD Kalbar.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar turut menggalang bantuan dari ASN berupa paket biskuit, vitamin C, dan sembako.

Bantuan lainnya disalurkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalbar kepada relawan pemadam karhutla di Kabupaten Kubu Raya.

Relawan di lapangan mendapat air mineral, vitamin, roti, minuman kesehatan, oksigen, dan masker.

Di Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kalbar membagikan masker kepada masyarakat, terutama di sejumlah titik dengan aktivitas lalu lintas yang padat.

Langkah tersebut dilakukan untuk merespons dampak karhutla yang tidak hanya menyentuh kondisi lingkungan, tetapi juga kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat.

Norsan meminta seluruh perangkat daerah terus mengambil peran selama penanganan karhutla berlangsung, sehingga upaya pemerintah tidak hanya terfokus pada pemadaman, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat dan petugas yang berada di lapangan. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *