PONTIANAK, AKCAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Provinsi Kalimantan Barat kembali menggelar pameran properti melalui REI Expo 2026.
Mengusung tema “Saatnya Merdeka Punya Rumah”, pameran tersebut akan berlangsung selama lima hari, 26–30 Agustus 2026, di Gaia Bumi Raya City.
REI Expo 2026 menghadirkan sekitar 70 stan yang terdiri dari pengembang perumahan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat serta perbankan penyedia pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Ketua DPD REI Kalbar, Baharudin mengatakan, tema tersebut sengaja dipilih bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak, aman dan nyaman.
“Kita ingin masyarakat Kalbar memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman. Karena itu kita mengajak masyarakat hadir di expo ini,” ujar Baharudin, Rabu (12/8/2026).
Baharudin menjelaskan, REI Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi perumahan. Masyarakat juga dapat bertemu langsung dengan pengembang, perbankan serta stakeholder yang berkaitan dengan sektor properti.
Calon konsumen dapat memperoleh informasi mengenai harga, lokasi, tipe rumah hingga skema pembiayaan, baik untuk hunian subsidi maupun komersial.
“Di momentum expo ini masyarakat bisa bertemu dan mendapatkan informasi terkait harga perumahan. Kita hadirkan pengembang subsidi dan komersial, sehingga masyarakat bisa mengetahui harga rumah, lokasi dan tipe rumah,” jelasnya.
Kehadiran perbankan menjadi salah satu upaya REI Kalbar untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi mengenai KPR.
Menurut Baharudin, masih banyak calon pembeli yang belum memahami proses maupun persyaratan pengajuan kredit rumah.
“Kita akan hadirkan berbagai perbankan yang bisa diakses masyarakat. Kita kolaborasi dengan perbankan karena mereka yang memberikan KPR, sementara banyak masyarakat yang belum mengerti KPR,” katanya.
Masyarakat juga dapat berkonsultasi langsung dengan pihak perbankan, termasuk terkait pengecekan riwayat kredit atau BI Checking sebagai bagian dari proses pengajuan pembiayaan.
Sekretaris DPD REI Kalbar, Mansur Zahri menambahkan, peserta REI Expo 2026 tidak hanya berasal dari Kubu Raya dan Mempawah.
Pengembang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar yang tergabung dalam REI turut dilibatkan dalam pameran tersebut.
Kondisi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membandingkan berbagai pilihan hunian berdasarkan lokasi, tipe rumah hingga penawaran yang diberikan masing-masing pengembang.
“Tidak sebatas di Kubu Raya dan Mempawah, tetapi juga ada peserta dari berbagai daerah Kalbar. Semua kabupaten kota yang tergabung di REI ikut terlibat dan meramaikan REI Expo,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia REI Expo Kalbar, Dedet Gunawan mengatakan, pameran selama lima hari tersebut juga dikemas dengan berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan.
Selain sekitar 70 stan pengembang dan perbankan, pengunjung akan disuguhkan sejumlah agenda, di antaranya Night Fun Run, Zumba, K-Pop Dance Competition, Karaoke Performance, Pemilihan Putra Putri REI Kalbar, Coswalk Time, Fashion Show hingga Lomba Mewarnai.
“Kita menyediakan sekitar 70 stand yang terdiri dari pengembang di Kalbar. Kita juga menghadirkan perbankan sebagai penyalur KPR, baik subsidi maupun komersial,” ujar Dedet.
REI Expo 2026 juga menawarkan berbagai promo bagi masyarakat yang ingin membeli rumah.
Pengunjung berkesempatan mendapatkan diskon khusus hingga puluhan juta rupiah, uang muka ringan, cicilan terjangkau, hadiah langsung untuk pembelian unit tertentu hingga kemudahan proses KPR.
Pameran tersebut juga menghadirkan pilihan rumah subsidi dan komersial dengan klaim ribuan unit yang dapat dipilih masyarakat.
Namun, promo, harga, hadiah dan kemudahan pembiayaan berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan masing-masing pengembang maupun perbankan.
Baharudin berharap REI Expo 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menemukan hunian yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
Di sisi lain, ia menilai geliat sektor properti juga memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah.
“Dari perumahan ini ada multiplier effect. Di antaranya pembukaan lapangan kerja, barang-barang material laku, orang-orang bisa bekerja, pabrik berjalan. Jadi ada multiplier effect,” ungkapnya.











