KUBU RAYA, AKCAYA – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kawasan wisata religi. Kali ini, tim pengabdian kepada masyarakat Polnep melakukan revitalisasi dan modernisasi infrastruktur di Kawasan Wisata Religi Makam Ismail Mundu dan Kompleks Masjid Batu, Desa Teluk Pakedai Hulu, Kabupaten Kubu Raya.
Program yang dipimpin Ketua Tim PKM Cagar Budaya Makam Ismail Mundu, Hasan, tersebut mengusung tema “Revitalisasi Instalasi Kelistrikan dan Digitalisasi Estetika Berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Wisata Religi Makam Ismail Mundu.”
Hasan mengatakan, kegiatan difokuskan pada dua aspek utama, yakni meningkatkan keamanan instalasi kelistrikan dan memperkuat estetika kawasan.
Tim Polnep melakukan renovasi total instalasi listrik di pendopo masjid. Pembenahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi risiko gangguan arus pendek yang dapat membahayakan jamaah maupun peziarah.
“Tidak hanya membenahi instalasi dasar, Polnep juga menghadirkan inovasi berbasis energi terbarukan,” kata Hasan.
Salah satu inovasi tersebut berupa pemasangan neon box pada gerbang makam yang mendapatkan sumber energi secara mandiri melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Menurut Hasan, pemanfaatan PLTS memungkinkan penerangan di kawasan makam beroperasi dengan memanfaatkan energi matahari. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pengelolaan kawasan wisata religi yang lebih mandiri energi.
Selain penerangan berbasis energi terbarukan, tim Polnep juga menghadirkan teknologi digital untuk memperkuat penyampaian informasi kepada pengunjung.
Papan informasi digital berupa running text berbasis LED P10 berukuran 2×6 dipasang di kawasan tersebut. Papan digital itu digunakan untuk menyajikan informasi mengenai riwayat ulama serta jadwal berbagai kegiatan di kawasan makam.
Hasan mengatakan, kehadiran papan informasi digital diharapkan membuat informasi lebih mudah dibaca sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi para peziarah.
“Program ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi memberikan kontribusi langsung dalam pengembangan kawasan wisata religi sekaligus mendukung keberlanjutan fasilitas yang ada,” jelas Hasan.
Menurutnya, revitalisasi penerangan kawasan juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Kawasan yang lebih terang dan aman membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk memperpanjang jam operasional sehingga dapat melayani peziarah dan pengunjung lebih lama.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur dan teknologi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas usahanya dari kunjungan ke kawasan wisata religi.
Tim Polnep juga memberikan pendampingan dan alih teknologi kepada pengelola makam. Langkah ini dilakukan agar pengelola mampu mengoperasikan sekaligus merawat fasilitas yang telah diberikan.
Hasan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaat program pengabdian tidak berhenti setelah pembangunan dan pemasangan selesai.
“Program pengabdian ini diharapkan menjadi langkah menuju kawasan wisata religi yang lebih aman, informatif, menarik dan mandiri energi,” tutup Hasan.
Pemanfaatan PLTS dan teknologi digital diharapkan dapat memperkuat daya tarik Kawasan Wisata Religi Makam Ismail Mundu sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Teluk Pakedai Hulu menyambut baik intervensi teknologi yang dilakukan tim Polnep. Penerangan berbasis energi terbarukan dinilai tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, terutama saat malam hari.











