PONTIANAK, AKCAYA – Persoalan air bersih akibat intrusi air asin yang mulai dirasakan masyarakat Kota Pontianak mendapat perhatian dari Wali Kota Pontianak dua periode, Sutarmidji.
Sutarmidji menilai persoalan air asin masih dapat diatasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan memperkuat kapasitas penyimpanan dan penyediaan air baku.
Wali Kota Pontianak periode 2008-2018 ini menyarankan agar Waduk Penepat diperluas hingga 10 kali lipat dari luas saat ini. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperpanjang kemampuan penyediaan air baku tawar bagi masyarakat ketika intrusi air asin terjadi.
“Kalau yang sekarang bisa untuk air baku tawar tiga hari, maka kalau diperluas 10 kali bisa untuk satu bulan,” kata Sutarmidji dikutip dari akun media sosial Facebook pribadinya, Bang Midji, Selasa (15/9/2026).
Selain memperluas waduk, Sutarmidji juga menyarankan penambahan jaringan pipa penyuplai air menuju kawasan Jalan Imam Bonjol.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari solusi yang dapat dilakukan Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum.
“Pemkot dan PDAM saya yakin mampu,” ujarnya.
Sutarmidji juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlalu bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan tersebut.
“Jangan berharap dari PUPR Pusat, karena kalau kepala daerahnya bukan dari partai yang mengendalikan mitra kementerian di DPR, sulit juga. Ini pengalaman selama lima tahun sebagai Gubernur,” katanya.
Ia kemudian menyinggung pembenahan layanan PDAM yang dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota Pontianak.
Sutarmidji mengatakan, saat itu PDAM dibenahi dari kondisi merugi hingga mampu mencatat keuntungan dan menjadi salah satu PDAM terbaik.
“Selama Wali Kota, saya benahi PDAM dari rugi jadi untung dan jadi salah satu PDAM terbaik. Produksi sudah di atas 2.000 liter per detik dan distribusi sudah merata,” tuturnya.
Sutarmidji pun mendorong Wali Kota Pontianak saat ini untuk berani mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan air bersih, sekaligus meninggalkan karya yang dapat dirasakan masyarakat.
“Ayo Pak Wali, tunjukkan bahwa Pak Wali bisa. Tinggalkan kenangan berupa karya yang bisa dikenang rakyat ketika kita menjabat,” pungkasnya. (elp)











